Senin, 14 Oktober 19

Ketum Parmusi: Salat Subuh Berjamaah adalah Cermin Kebangkitan Umat Islam

Ketum Parmusi: Salat Subuh Berjamaah adalah Cermin Kebangkitan Umat Islam
* Salat subuh berjamaah para dai Parmusi yang juga diikuti Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam. (Foto: Albar/ OMG))

Tanggerang, Obsessionnews.com  – Sehari sebelum penutupan kegiatan Dauroh Dai Desa Madani Angkatan ke-2, seluruh peserta mengikuti ibadah Salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Azhar BSD City. Turut dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PP Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) H. Usamah Hisyam, Sekjen Abdurrahman Syagaff, dan jajaran pengurus lainnya, Minggu (22/9/2019).

Usamah mengatakan, para Dai Parmusi ini nantinya harus bisa menjadi penggerak Salat Subuh berjamaah di kampung halamannya. Hal ini merupakan dakwah bil hal karena memberikan contoh dan pemahaman agama yang baik di masyarakat.

Setiap Dai Parmusi, sambungnya, minimal bisa mengajak keluarganya lebih dulu untuk rutin melakukan Salat Subuh berjamaah.

“Memakmurkan masjid itu tidak mungkin bisa tercapai kalau jamaahnya sedikit. Nah, tugas memakmurkan masjid harus diemban oleh para Dai Parmusi dengan mengajak masyarakat agar gemar ke masjid, minimal bisa mengajak keluarga dan kerabat dekatnya,” ujar Usamah.

Usamah menuturkan, mengapa Salat Subuh berjamaah harus terus digalakan oleh kalangan umat Islam, karena ia yakin cermin kebangkitan Islam itu dimulai dari Salat Subuhnya. Jika salat Subuhnya lebih banyak daripada jamaah pada Salat Jumat, maka sudah menjadi tanda bahwa kebangkitan umat Islam akan muncul.

Kebangkitan umat Islam itu lanjut Usamah, punya nilai korelasi yang sama dengan perjuangan Parmusi mendirikan Desa Madani di seluruh penjuru negeri ini. Sebab, kebangkitan umat yang tengah dirancang Parmusi itu, bukan hanya pondasi ekonominya yang dibangun tapi juga pondasi spiritualitasnya.

“Peningkatan kualitas ibadah outputnya adalah kepekaan terhadap persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, baik dalam hal masalah ekonomi, pendidikan maupun budaya. Tugas itu yang nantinya akan diemban oleh para dai Parmusi dengan mengembangkan Desa Madani di daerah,” jelasnya.

Oleh sebab itu, untuk bisa mengembangkan Desa Madani, para Dai Parmusi lebih dulu dilatih tentang banyak hal. Mulai dakwah islamiyah hingga kemampuan untuk mengelola sumber perekonomian, lembaga pendidikan, serta sosial dan kemasyarakatan. Termasuk juga thibbun nabawi, jurnalistik, hingga dakwah di media sosial.

“Semua materi itu diberikan untuk mempersiapkan mereka menjadi pilot project dari gerakan Desa Madani yang dikembangkan oleh Parmusi di kampung halamannya,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Dauroh Dai Desa Madani Parmusi Angkatan ke-2 yang diikuti 34 peserta ini sudah berlangsung sejak 21 Agustus dan akan berakhir pada 23 September 2019 di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan Dauroh Dai Desa Madani akan terus berlanjut dengan merekrut para dai yang kompeten di berbagai daerah yang siap lahir dan batin menjalankan tugas keumatan bersama Parmusi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.