Pak Harto Jadi ‘Trending Topic’ di Twitter, Ini Komentar Warganet

Jakarta, Obsessionnews.com – Pak Harto, panggilan akrab Presiden kedua RI Soeharto, kini menjadi perbincangan di dunia maya. Pak Harto menjadi trending topic di Twitter wilayah Indonesia pada Selasa (21/1/2020). Baca juga:Habibie Anak Emas SoehartoTiga Hal yang Membuat Soeharto Kecewa dan Marah Pada HabibieBukit Soeharto Calon Kuat Ibu Kota Negara Warganet memberikan beragam komentar tentang Pak Harto. Berikut komentar beberapa warganet: @bleosual2910: Pak harto salah satu toko nasional yg peduli rakyat dan negara aman dari terorisme. Yg bikin namanya negatif adalah kroni2 nya.@cahpwt: Zaman pak Harto g da Twitter g da fb, IG dan g da smartphone yang bilang enak jaman pak harto dia g pernah merasakan zaman dimana media dibatasi.@hadiRochman1972: Pagi2 buka twitter,kok ada trend pak harto. Anaeh aja pas buka twitnya,rerata mereka rinduk zaman suharto,whattt?? Simbol KKN dan Otoriter kok di rindukan,kenapa ...woiii,knp?@Fboele1: Jaman pemerintahan yg aman dan tentram serta disegani bangsa lain.walau ada aja kekurangannya,tapi tetep pak Harto yg terbaik dibanding yg Laen....@Van_Vorte: Pak Harto itu jasanya besar walaupun dosanya juga besar Soeharto lahir di Kemusuk, Yogyakarta, 8 Juni 1921. Ia meninggal dunia karena sakit di Jakarta, 27 Januari 2008, dalam usia 86 tahun. Halaman selanjutnya Di dunia internasional Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer "The Smiling General" atau "Sang Jenderal yang Tersenyum", karena raut mukanya yang senantiasa tersenyum dan menunjukkan keramahan. Meski begitu dengan berbagai kontroversi yang terjadi ia sering juga disebut sebagai diktator bagi yang berseberangan dengannya. Soeharto identik dengan Orde Baru (Orba) dan Golkar. Soeharto memegang tampuk kekuasan Orba selama 32 tahun, yakni 1966-1998. Pensiunan jenderal TNI itu merupakan salah seorang presiden yang lama berkuasa di dunia. Lamanya Soeharto berkuasa tersebut berkat dukungan dari Golkar yang didirikannya. Tak ada yang abadi di dunia. Demikian juga dengan kekuasaan Soeharto. Soeharto mengakhiri kekuasaannya dengan tragis pada 21 Mei 1998. Ia mengundurkan diri karena gerakan reformasi yang dimotori para mahasiswa. Halaman selanjutnya Pada Juli 1997 terjadi krisis ekonomi yang memporakporandakan perekonomian Indonesia. Krisis ekonomi terus berlanjut hingga Sidang Umum MPR pada Maret 1998 yang memilih kembali Soeharto untuk ketujuh kalinya sebagai Presiden. Setelah Soeharto dilantik menjadi Presiden pada Maret 1998, muncul aksi unjuk rasa mahasiswa di berbagai daerah yang tak mempercayai kepemimpinan Soeharto. Soeharto dianggap gagal mengatasi krisis ekonomi. Mahasiswa menuntut reformasi di bidang hukum, politik, dan ekonomi. Intinya mahasiswa menuntut Soeharto mundur dari jabatannya karena diduga terlibat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Gelombang demo besar-besaran dilakukan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat untuk menggulingkan Soeharto setelah tewasnya beberapa mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, yang ditembak oleh aparat keamanan pada 12 Mei 1998. Akibat unjuk rasa besar-besaran tersebut Soeharto akhirnya mengambil keputusan mengundurkan diri dari jabatannya pada 21 Mei 1998. Berhentinya Soeharto sebagai Presiden itu mengakhiri kekuasaan Orba. Selanjutnya Wakil Presiden BJ Habibie naik kelas menjadi Presiden. (arh)





























