Senin, 19 Agustus 19

Bukit Soeharto Calon Kuat Ibu Kota Negara

Bukit Soeharto Calon Kuat Ibu Kota Negara
* Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat berdiskusi di Bukit Soeharto, Kab. Kutai Kartanegara, Kaltim, saat mengunjungi lokasi tersebut Selasa (7/5) siang. (Foto: Anggun/Huma Setkab)

Samarinda, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (7/5/2019), melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi di Pulau Kalimantan. Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut keseriusan pemerintah dalam hal pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia (RI). Daerah pertama yang dikunjungi Presiden Jokowi terletak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

 

Baca juga:

Jokowi Tegaskan Pemindahan Ibu Kota Tak Bebankan APBN

Fakta-fakta Tentang Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

Ratusan Brimob Dikerahkan ke Ibu Kota, Ada Apa?

 

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Jokowi dan rombongan mendarat sekitar pukul 11.55 WITA di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kota Balikpapan, Kaltim. Kedatangan Presiden dan rombongan disambut oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Mengawali peninjauannya, Jokowi dan rombongan mengunjungi Bukit Soeharto, yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Selama peninjauan berlangsung, Presiden dan rombongan yang tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WITA mendapatkan paparan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Zairin Zain.

 

Baca juga:

Cari Panggung di Pilpres 2024, AHY Harus Masuk Koalisi Jokowi

Erick Thohir: Jokowi Menang Tanpa Kecurangan

Aktivis 98 Yakin Jokowi Torehkan Sejarah Politik di Indonesia

 

Kepada wartawan yang mencegatnya Presiden Jokowi mengatakan, bahwa visi besar pemindahan ibu kota ini sudah dimulai sejak era Bung Karno dulu, presiden pertama kita. Kemudian era presiden berikutnya juga ada visi untuk memindahkan ibu kota.

“Intinya kita akan ingin melihat visi ke depan kita seperti apa dan yang paling penting Indonesia sebagai negara besar kita ingin memiliki juga pusat pemerintahan yang terpisah dengan pusat ekonomi, bisnis, perdagangan, (dan) jasa. Ya ini, kita ingin menapak ke depan sebagai sebuah negara maju,” jelas Presiden.

Diakuinya ada  beberapa lokasi yang sudah kira-kira 1,5 tahun ini distudi, salah satunya adalah di Kalimantan Timur, yaitu di Bukit Soeharto.

“Di sini semuanya saya melihat sangat mendukung. Kebetulan ini berada di tengah-tengah jalan tol Samarinda-Balikpapan,” kata Presiden seraya menambahkan,  Balikpapan ada airport-nya, Samarinda ada airport, sehingga tidak perlu nah membuat airportlagi. Pelabuhan juga sudah ada. “Artinya itu akan banyak menghemat biaya,” sambung Presiden.

Namun Presiden Jokowi mengingatkan, kajian itu tidak hanya urusan infrastruktur, sosiologisnya, kemudian kajian sosial politiknya seperti apa, ini yang perlu dipertajam.  Selain itu, juga urusan lingkungan dan misalnya kebutuhan air seperti apa, apakah jauh dari sisi kebencanaan, entah banjir, entah yang namanya gempa bumi.

“Saya kira di sini enggak ada,” ujarnya.

Saat ditanya wartawan apakah berarti sudah ada deal, Presiden Jokowi menegaskan semuanya masih dikalkulasi, masih dihitung. Tetapi secara khusus Presiden menilai,bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di Kaltim ini sangat mendukung, terutama tadi airport, jalan tol yang nanti tahun ini insyaallah sudah jadi juga. “Sangat mendukung itu,” tegasnya.

Presiden Jokowi menegaskan, bahwa ada 3 (tiga) lokasi alternatif pemindahan lokasi ibukota RI dari Jakarta. Salah satunya adalah Bukit Soeharto itu. Sedang 2 (dua) tempat lainnya juga akan ditinjaunya.

Menurut Presiden, setelah kunjungan dirinya dan sejumlah menteri, nantinya akan ada tim ke lapangan lagi untuk melakukan kajian lebih detil lagi. “Ini harus sangat terencana, sangat matang, sehingga saat memutuskan itu betul-betul kondisinya betul-betul benar, gitu lho,” tegas Presiden.

Demikian juga sisi anggarannya, menurut Presiden juga ada kajian untuk keuangannya, sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Keuangan agar tidak membebani APBN.

Selama peninjauan berlangsung, Presiden Jokowi juga mendengarkan paparan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim Zairin Zain.

Usai meninjau alternatif lokasi ibu kota di Kalimantan Timur, Presiden Jokowi direncanakan akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Kalimantan Tengah. Presiden Jokowi akan bermalam di Kota Palangkaraya dan akan melanjutkan rangkaian kunjungan kerja keesokan harinya, yaitu di antaranya meninjau lokasi yang menjadi alternatif rencana pemindahan ibu kota.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A. Djalil.

Sebelumnya, di hadapan para pimpinan lembaga tinggi negara, Presiden Jokowi kembali menegaskan keseriusan pemerintah terkait rencana pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia. Rencana tersebut kata Presiden tidak akan membebani APBN. Pemerintah berencana menggandeng pihak swasta.

“Kita serius dalam hal ini karena sejak 3 tahun yang lalu sebetulnya ini telah kita bahas internal. Kemudian 1,5 tahun yang lalu kami minta Bappenas untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detail baik dari sisi ekonomi, sosial-politik, dan juga dari sisi lingkungan,” ujar Presiden saat buka puasa bersama kepala pimpinan lembaga tinggi negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5) sore. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.