Kamis, 24 Oktober 19

Aktivis 98 Yakin Jokowi Torehkan Sejarah Politik di Indonesia

Aktivis 98 Yakin Jokowi Torehkan Sejarah Politik di Indonesia
* Acara diskusi 21 Tahun Mei 98 bertema 'Sudah Siapkah 98 Menjaga Pemerintahan dan Demokrasi dari Dalam?' di Graha Pena 98, Kemang Utara, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019). (foto: Kapoy)

Jakarta, Obsessionnews.com – Aktivis 98 menggelar diskusi 21 Tahun Mei 98 bertema ‘Sudah Siapkah 98 Menjaga Pemerintahan dan Demokrasi dari Dalam?’ di Graha Pena 98, Kemang Utara, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019).

Dalam kesempatan acara tersebut salah satu aktivis 98 Wahab Talaohu menyatakan, sikap politik aktivis 98 sejalan dengan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya itu, dia mengaku aktivis 98 mempunyai kesamaan pemikiran sama Jokowi, sehingga aktivis 98 mengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019.

“Sikap politik aktivis 98 memberi dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf,” ujar Wahab dalam diskusi ‘Sudah Siapkah 98 Menjaga Pemerintahan dan Demokrasi dari Dalam?’

Oleh sebab itu, untuk menjaga pemerintahan Jokowi, aktivis 98 harus masuk dalam struktur kabinet pemerintahan Jokowi, jika nanti terpilih kembali menjadi Presiden RI di 2019 ini.

“Aktivis 98 harus terlibat langsung menjaga pemerintahan Jokowi,” tegas pria yang ikut berjuang di tahun ’98 ini.

Terkait soal kesiapan aktivis 98 untuk menjaga pemerintahan Jokowi, dia mengaku sangat siap. Namun saat ini aktivis 98 belum mempunyai kesempatan untuk itu.

“Sangat, sangat, sangat siap. Tapi kita belum mempunyai kesempatan,” ungkap Wahab.

Untuk itu, aktivis 98 harus diberikan kesempatan dengan diberikan ruang dalam menjaga pemerintahan Jokowi. “Harus diberikan ruang di kabinet Jokowi,” tuturnya.

Menurut Wahab, sudah waktunya kawan-kawan aktivis 98 mengambil posisi di kabinet Jokowi. Karena Jokowi adalah kawan politik aktivis 98.

“Saya yakin Jokowi akan menggoreskan sejarahnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menyampaikan, persoalannya bukan siap atau tidak siap menjaga pemerintahan Jokowi dari dalam, tapi ini soal takdir sejarah.

“Ini soal takdir sejarah yang harus dijemput oleh aktivis 98,” ujar Ray di kesempatan yang sama.

Menurut pria kelahiran Mandailing Natal, Sumatera Utara, 20 Agustus 1969 ini, Pemilu 2019 itu bukan sekedar pertarungan Jokowi dengan Prabowo, namun ini akhir dari sistem politik Orde Baru. “Berakhirnya generasi  sistem orde baru,” tutup Ray.

Untuk diketahui, diskusi ini dihadiri oleh para aktivis 98, yakni Wanda Hamidah, Sarbini, Wahab Talaohu, Jhon Muhammad, dan pengamat politik dari Lima Ray Rangkuti. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.