Menpar: Percepat Pembangunan Atraksi Wisata di Likupang!

Menpar: Percepat Pembangunan Atraksi Wisata di Likupang!
Manado, Obsessionnews.comPariwisata salah satu andalan Indonesia untuk meraup devisadengan cara cepat. Oleh karena itu pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menetapkan pariwisata sebagai sebagai salah satu program prioritas. Pemerintah gencar mempromosikan objek-objek wisata unggulan di berbagai daerah untuk menarik perhatian wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.  Tidak hanya itu. Pemerintah pun aktif mempromosikan event-event spektakuler di  sejumlah daerah tentang kesenian, kebudayaan, olahraga, kuliner, dan lain sebagainya. Tidak berhenti sampai di situ. Pemerintah pun membuat terobosan dengan membangun objek-objek wisata baru. Salah satu di antaranya adalah pembangunan objek wisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut).   Baca juga:Dukung Promosi Pariwisata, OHM Tawarkan Paket Wisata ‘Explore Wonderful Indonesia’Menpar Minta Kalteng Fokus Kembangkan Destinasi Pariwisata Kelas DuniaBerkontribusi Majukan Pariwisata, Telkom Jalin Kerja Sama dengan RedDoorz   Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong percepatan pembangunan utilitas dasar dan atraksi wisata di KEK Likupang  yang ditargetkan selesai pada 2020! Arief mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur di Likupang perlu peran pemerintah daerah, utamanya adalah masyarakat. Karena konsep dasar pembangunan destinasi wisata di Likupang harus berbasis masyarakat atau community based. “Saya mengingatkan, dalam pengembangan destinasi, yang perlu dibangun adalah masyarakatnya terlebih dahulu. Karena mereka adalah penerima manfaat utama dari pengembangan sebuah destinasi pariwisata,”  tutur Menpar saat rapat progres percepatan pembangunan KEK Likupang di Hotel Grand Peninsula, Manado, Sulawesi Utara, Senin (7/10/2019).   Halaman selanjutnya Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Selasa (8/10), disebutkan  terkait rencana anggran KEK Likupang yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membutuhkan komitmen anggaran lintas kementerian/lembaga dari pemerintah pusat di APBN tahun 2020 untuk pengembangan Likupang adalah sebesar Rp773,71 miliar. “Anggaran ini paling kecil dibandingkan dengan empat  destinasi lainnya. Labuan Bajo mendapatkan anggaran Rp1,7 triliun. Untuk pengembangan Likupang adalah sebesar Rp773,71 miliar. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pengembangan Destinasi Super Prioritas,” tandas Arief. Untuk meraih target yang ditetapkan, Arief  mengatakan Likupang harus menetapkan quick wins. “Likupang harus meraih quick wins bidang destinasi, di antaranya adalah Pengembangan Atraksi Wallace Conservation, Pengembangan Aksesibilitas Pelebaran Jalan Akses Pariwisata Likupang dan Pelebaran Jalan Girian (Bitung) Likupang,” tegasnya. Selain itu harus dilakukan pengembangan amenitas berupa Pemetaan Potensi Homestay di Desa Marinsow, Desa Pulisan, Desa Kinunang, Desa Bahoi, dan Desa Pulau Gangga. Halaman selanjutnya Hadir dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulut Daniel Mewengkang, Kepala Balai Jalan Nasional XV Manado Triono Junoasmono, dan Direksi PT MPRD Paquita Wijaya. Pada kesempatan yang sama Direksi PT MPRD Paquita Wijaya menyampaikan progres pengembangan KEK Likupang. Pihaknya akan fokus ketiga tahap pengembangan mulai dari Marina Area untuk tempat sandar super yacht dengan standar internasional. “Lalu ada cultural village, Wallace Conservation, dan marine tourism park yang menjadi alasan wisatawan datang ke Likupang. Tentunya selain dengan keindahan lanskap dan pantainya,” tuturnya.  (arh)