BBM Satu Harga Jangkau 137 Titik

BBM Satu Harga Jangkau 137 Titik
Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali merealisasikan program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di tahun 2019. Realisasi ini menyasar ke dua lokasi berbeda pada saat bersaman, yaitu Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Satu titik lagi diresmikan di Kabupaten Asmat, Papua.   Baca juga:BBM Satu Harga Diteruskan Hingga 2024BBM Satu Harga Tetap Jalan, Meskipun Harga BBM FluktuatifM. Fanshurullah Asa, Mengawal BBM Satu Harga   Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian ESDM, Jumat (19/7/2019), disebutkan ketiga lokasi tersebut merupakan lokasi pedalaman dengan akses yang tidak mudah dijangkau. Lokasi lembaga penyalur (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum/SPBU) di Kabupaten Asmat berada di Kampung Sawa, Distrik Sawaerma. Untuk mengangkut BBM ke lembaga penyalur dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Merauke ke lokasi membutuhkan waktu selama tiga hari dan hanya bisa melalui transportasi sungai. Kehadiran SPBU Kompak dinilai warga setempat meringankan beban pengeluaran pembelian BBM saat menangkap ikan di sungai maupun di laut. "Kalau sebelumnya masyarakat membeli Premium dengan harga Rp 20.000 - Rp 30.000/ liter, sekarang bisa membeli Premium dengan harga Rp 6.450 dan Solar Rp 5.150," kata seorang warga, Markhus, usai menyaksikan peresmian BBM Satu Harga titik ke-135 yang dilakukan oleh Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)  M. Lobo Balia, Selasa (16/9). Dua titik lainnya yakni SPBU Nelayan 58.835.13 Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (titik ke-137) dan SPBU Kompak 66.757007 (titik ke-136) di Desa Ujo Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, juga ditempuh dengan waktu tempuh kurang lebih 120 jam dalam sekali pengiriman menggunakan kapal dari TTBM Samarinda yang berjarak kurang lebih 336 mil Km.   Halaman SelanjutnyaMenstimulus Kemajuan Perekonomian Masyarakat Setempat Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, menjelaskan keberadaan BBM Satu Harga pada tiga lokasi tersebut akan menstimulus kemajuan perekonomian masyarakat setempat. "Dengan adanya penyalur BBM Satu Harga di Desa Ujoh Bilang ini kami berharap agar dapat terjadinya pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena dengan energi yang terjamin ketersediaanya, terjamin pendistribusiannya, dan terjamin keadilan harganya, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan BBM dengan lebih mudah dan murah," ujar Fanshurullah saat meresmikan lembaga penyalur di Mahakam Ulu, Kamis (18/7). BPH Migas, imbuhnya, mengharapkan kepada semua pihak agar berkoordinasi supaya program ini bisa berjalanan secara berkelanjutan. "Kami berharap peran serta seluruh lembaga terkait baik pemerintah daerah, aparat pemerintah hingga masyarakat dapat menjaga dan mengawasi program BBM Satu Harga ini agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan," tuturnya. Masyarakat setempat kini bisa membeli BBM jauh lebih murah dibandingkan sebelum keberadaan BBM Satu Harga, yakni di kisaran Rp 8.000/liter di Mahakam Ulu dan Rp7.000/liter di Pujut untuk pembelian solar. Untuk BBM Satu Harga di Pujut diresmikan ole Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Saleh Abdurrahman pada saat yang bersamaan. Dengan tambahan titik-titik tersebut BBM Satu Harga telah menjangkau sebanyak 137 titik yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia sejak tahun 2017. Tahun 2018 sebanyak 38 lembaga penyalur dilaksanakan oleh PT Pertamina (Persero), sementara 1 lembaga penyalur lainnya dijalankan oleh PT AKR Corporindo. Pemerintah sendiri menargetkan BBM Satu Harga sudah bisa dinikmati di 170 titik hingga akhir tahun 2019. (arh)