Pengemudi GrabBajay Didorong Jadi Pemandu Wisata Andal

Pengemudi GrabBajay Didorong Jadi Pemandu Wisata Andal
Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan berbagai terobosan agar pariwisata di Indonesia semakin berkilau. Salah satu di antaranya adalah Kemenpar menggandeng perusahaan aplikasi transportasi Grab. Menteri Pariwisata Arief Yahya ingin membekali para mitra GrabBajay sebagai moda transportasi lokal ikonik di Jakarta dengan pelatihan tentang destinasi pariwisata.   Baca juga:Guru Potensial Jadi Agen Promosi Pariwisata DaerahKembangkan Riset Pariwisata, Poltekpar Makassar Jajaki Kemitraan dengan Hongkong Polytechnic UniversityKemenpar Beri Pelatihan Pariwisata kepada Mahasiswa di Maluku Tenggara   Arief mengatakan, pelatihan destinasi pariwisata itu diharapkan akan mendorong para mitra GrabBajay bukan hanya menjadi pengemudi, tapi juga pemandu wisata andal bagi para wisatawan. “Dengan diluncurkannya layanan GrabBajay sebagai moda transportasi khususnya bagi wisatawan, saya mengharapkan para pengemudi dapat meningkatkan pelayanan. Untuk itu, kami ingin ikut berkontribusi memberikan training bagi para pengemudi mengenai destinasi wisata di kisaran Jakarta. Ini dimaksudkan agar pengemudi sekaligus bisa menjadi pemandu wisata,"  tutur Arief  saat Grand Launching GrabBajay di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Senin (24/6/2019).   [gallery link="file" columns="2" size="medium" ids="284534,284535"] Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kemenpar, Selasa (25/6), dalam kesempatan itu Arief menjelaskan peluncuran layanan GrabBajay ini menjadi terobosan daya tarik pariwisata yang tidak hanya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata, tapi juga memberikan pengalaman unik dan menarik bagi wisatawan. "GrabBajay memang diperuntukkan terutama bagi wisatawan, karena wisatawan menyukai hal unik. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri," tandasnya. Terobosan ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Grab dengan Kemenpar untuk mendukung program Co-Branding Wonderful Indonesia. “Sebelumnya, Grab juga telah melakukan Co-branding Wonderful Indonesia di berbagai layanan, konten informasi, dan promosi interaktif yang berkaitan dengan destinasi wisata Tanah Air melalui platform Grab. Termasuk dalam sewa GrabCar, GrabDaily, GrabFood, dan GrabRewards,” tegas Arief.   Baca juga:Festival Sriwijaya 2019 Harus Didukung Asosiasi Pariwisata Pelatihan ‘Tourism Goes to Campus’Dukung Sektor Pariwisata Jadi PrimadonaBerkat Pariwisata Perekonomian Kepri Meningkat   Baca halaman berikutnyaUnik dan Ramah Lingkungan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata memperkenalkan GrabBajay sebagai alternatif layanan moda transportasi bagi wisatawan di destinasi wisata. "Dengan dukungan teknologi digital, kendaraan roda tiga memiliki potensi baru bagi pariwisata. Bajay menjadi atraksi bagi turis asing karena unik dan ramah lingkungan. Seperti Tuktuk di Thailand, atau Jeepney di Filipina, maka Bajay merupakan Ikon Jakarta, sudah ada sejak lama dari tahun 1970-an," ujar Ridzki. Saat ini GrabBajay memiliki 60 mitra yang akan beroperasi. Mereka tidak hanya dilengkapi oleh seragam dan topi, tapi juga dibekali pelatihan keamanan, keselamatan, dan penggunaan aplikasi. "Dalam waktu dekat akan bertambah 40 orang menjadi 100 mitra dan akan terus bertambah," kata Ridzki. Pemesanan GrabBajay dapat dilakukan di sejumlah wilayah seperti sekitar Kota Tua, ITC Mangga Dua, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Sawah Besar, dan Pasar Baroe. Wilayah tersebut dipilih karena dianggap sebagai pemukiman yang cukup padat beserta pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata yang sibuk.   Baca halaman berikutnyaBahasa Asing Selain memerlukan pelatihan mengenai destinasi pariwisata, pelatihan bahasa asing kepada para mitra GrabBajay juga dinilai perlu. "Pelatihan bahasa asing memang diperlukan, tapi waktunya tidak singkat. Untuk itu, Grab telah menyiasati dengan aplikasi chat yang akan digunakan sepanjang perjalanan. Aplikasi chat ini sudah dilengkapi terjemahan untuk berkomunikasi," ujar Ridzki. Layanan digital moda transportasi lokal ikonik tidak hanya tersedia di Jakarta, tapi juga GrabBentor di Medan dan GrabBentor di Gorontalo.   "Kami juga melihat potensi untuk membuka moda ikonik di daerah lain, misal andong di Yogyakarta. Tapi yang saat ini sedang direncanakan adalah kemungkinan kerja sama pembuatan paket-paket wisata menggunakan bajay untuk wisatawan. Misal, keliling kota tua sejam menggunakan bajay," katanya. Berdasarkan data Kemenpar pada April 2019 terdapat sekitar 1,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Angka ini meningkat 0,11 persen dibanding April 2018. Dengan sekitar 11.000 bajay di Jakarta yang digunakan mengunjungi sejumlah destinasi ikonik, peningkatan kualitas transportasi lokal berpotensi menambah daya tarik destinasi pariwisata. Selain bertambahnya solusi transportasi unik, cepat, nyaman, dan dengan harga terjangkau (Rp3000/km), bajay yang diintegrasikan dengan teknologi fitur GrabBajay dapat memberikan dampak ekonomi baik bagi mitra pengemudi, pemilik bajay, maupun masyarakat di sekitar destinasi pariwisata. (arh)