Senin, 22 Juli 19

Festival Sriwijaya 2019 Harus Didukung Asosiasi Pariwisata 

Festival Sriwijaya 2019 Harus Didukung Asosiasi Pariwisata 
* Festival Sriwijaya 2019 digelar di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), 16-22 Juni 2019. (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus pada pariwisata. Pariwisata ditempatkan sebagai salah satu program unggulan. Pariwisata berpeluang untuk menjadi penyumbang devisa terbesar.

Di era Jokowi Indonesia masuk 6 besar negara terindah di dunia. Selain itu juga masuk 10 besar negara yang wajib dikunjungi.

Pemerintah menargetkan menggaet 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Indonesia pada 2019 dengan nilai devisa sebesar 16,11 miliar dolar AS.

Untuk mencapai target tersebut pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) gencar mempromosikan objek-objek wisata unggulan di tanah air. Juga mempromosikan event-event kesenian, kebudayaan, olahraga, dan lain sebagainya.

Salah satu event tersebut adalah Festival Sriwijaya 2019 di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), 16-22 Juni 2019. Kejayaan Kerajaan Sriwijaya kuno pada masa lampau menjadi inspirasi penyelenggaraan festival ini.

 

Baca juga:

Samosir Manjakan Wisatawan Lewat Horas Samosir Fiesta

Barong Ider Bumi Tarik Perhatian Wisatawan

Jaring Wisatawan Australia, AirAsia Buka Rute Baru Perth-Lombok

 

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Rizki Handayani mengatakan, kejayaan Kerajaan Sriwijaya masa lalu menjadi inspirasi bagi Sumsel untuk meraih kembali keberhasilan itu.

“Penyelenggaraan Festival Sriwijaya sudah bisa disebut dewasa, artinya kualitas penyelenggaraannya dari tahun ke tahun harus lebih baik dan dikenal hingga mancanegara, sehingga bisa mendatangkan wisatawan ke Palembang. Agar lebih berhasil, acara seperti ini harus didukung asosiasi pariwisata di Sumsel,” kata Rizki saat pembukaan Festival Sriwijaya 2019 di Palembang, Minggu (16/6/2019).

Dikutip dari keterangan tertulis Kemenpar, Senin (17/6), dalam kesempatan itu Rizki berharap tahun depan tidak hanya Festival Sriwijaya, event lain pun di Sumsel masuk dalam Calender of Event (CoE) Nasional. Dan melalui festival inilah menjadi kesempatan diwujudkannya kolaborasi unsur pentahelix untuk memajukan pariwisata Sumsel.

Terlebih potensi Sungai Musi sudah sangat terkenal dan harus dioptimalkan. Potensi ekowisata di sepanjang Sungai Musi mulai hulu bisa menarik wisatawan. Dan hal ini memerlukan sinergi dari kabupaten yang dilalui untuk mengemas pengembangan wisata dan meningkatkan kualitas 3A (Akses, Amenitas, dan Atraksi).

“Aksesibilitas ke Sumsel juga sudah sangat baik, amenitas sudah memadai. Apalagi Stadion Jakabaring yang dibangun dengan biaya besar harus dioptimalkan. Hanya atraksinya harus terus ditambah, termasuk melalui Festival Sriwijaya ini,” turur Rizki.

Festival yang didukung Kemenpar ini dibuka oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. Herman mengatakan, tema Festival kali ini adalah ‘Sriwijaya bangkit maju bersama’ yang didasari keragaman budaya Sumsel.

“Perpaduan budaya asli maupun pendatang diharapkan mendorong Sumsel semakin maju dalam keragaman budaya,” katanya.

Sementara itu Ketua Tim Pelaksana Top 100 CoE Kemenpar Esthy Reko Astuti pada kesempatan itu mengungkapkan, event Sriwijaya Festival mulai tahun ini masuk dalam satu dari 100 CoE.

“Kami mendukung upaya untuk menarik wisatawan di antaranya melalui event. Apalagi event yang punya potensi budaya, kuliner, dan heritage termasuk juga wisata alam dan buatan,” kata Esthy.

Selain itu Palembang sudah mendunia karena berhasil menyelenggarakan event olahraga Asian Games 2018 dengan memiliki Jakabaring Sport City yang berstandar internasional.

“Palembang yang telah menjadi destinasi wisata olahraga akan memiliki pasar wisman lebih luas, hingga Eropa. Sedangkan untuk potensi alam, budaya, bahari, pasar wismannya bisa diambil dari ASEAN,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.