Sabtu, 24 Agustus 19

Kembangkan Riset Pariwisata, Poltekpar Makassar Jajaki Kemitraan dengan Hongkong Polytechnic University

Kembangkan Riset Pariwisata, Poltekpar Makassar Jajaki Kemitraan dengan Hongkong Polytechnic University
* Polikteknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Sulawesi Selatan, menjajaki kemitraan kelembagaan dengan The Hongkong Polytechnic University untuk mengembangkan riset di bidang pendidikan, pelatihan, dan publikasi jurnal, serta penempatan Praktik Kerja Nyata (PKN) di Hongkong. (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Polikteknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Sulawesi Selatan, menjajaki kemitraan kelembagaan dengan The Hongkong Polytechnic University untuk mengembangkan riset di bidang pendidikan, pelatihan, dan publikasi jurnal, serta penempatan Praktik Kerja Nyata (PKN) di Hongkong.

Direktur Poltekpar Makassar Muhammad Arifin saat kunjungan ke The Hongkong Polytechnic University, Hongkong, Rabu (12/6/2019) mengatakan, program ini akan memungkinkan para mahasiswa dibekali dengan keahlian yang dibutuhkan di sektor pariwisata.

“Penjajakan kerja sama ini merupakan jawaban atas ajakan pemerintah Indonesia untuk menata pendidikan vokasi atau kejuruan di bidang pariwisata,” tuturnya.

Dijutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata, Jumat (21/6), disebutkan kerja sama ini juga bertujuan untuk membantu Poltekpar Makassar dalam mengembangkan lulusan yang lebih berkualitas, dengan keterampilan yang relevan bagi kebutuhan pariwisata.

“Sekolah akan memiliki hubungan yang erat dengan pasar tenaga kerja, sehingga peran aktif sektor swasta di dalam pendidikan menjadi sangat penting,” tandas Arifin.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Wayan Giri Adnyani di Jakarta, Kamis (20/6/2019) menambahkan, kerja sama ini bila terealisasi tentunya akan mengembangkan SDM pariwisata Indonesia.

Tak dapat dipungkiri, pariwisata merupakan sektor penting bagi perekonomian Indonesia, sekaligus sumber utama penciptaan lapangan pekerjaan. Pada 2016 pemerintah Indonesia mencanangkan rencana percepatan pengembangan sepuluh destinasi pariwisata prioritas secara berkelanjutan.

“Tekad ini memerlukan investasi sumber daya manusia yang memadai. Saat ini kesenjangan keterampilan merupakan masalah utama di banyak industri di Indonesia, terlebih di industri padat karya seperti pariwisata,” ujar Giri. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.