Wow! Rezim Myanmar Bawa Warga Buddha Tempati Tanah Muslim Rohingya

Pihak berwenang di Myanmar mengizinkan sekelompok warga Buddha dari Bangladesh untuk ke Myanmar dan tinggal di wilayah milik Muslim Rohingya. Dalam langkah rasialis terbaru, para pejabat di negara bagian Rakhine Myanmar telah menempatkan keluarga-keluarga Buddha di Bangladesh di tempat tinggal warga Mulism Rohingya di Myanmar. Berdasarkan itu, keluarga-keluarga Buddha Bangladesh akan dapat menggunakan tanah Muslim Rohingya, dengan bimbingan pejabat lokal dan pemerintah Myanmar. Para pengamat regional menyatakan tindakan para pejabat Myanmar membuka pintu masuk dan menyediakan tempat tinggal bagi warga Buddha Bangladesh di wilayah yang sebelumnya adalah milik Muslim Rohingya, menunjukkan bahwa pemerintah Naypyidaw tidak berniat menerima kepulangan Rohingya. Saat ini, lebih dari 900.000 Muslim dari Rohingya mengungsi di wilayah Cox’s Bazaar di Bangladesh. [caption id="attachment_240006" align="alignnone" width="640"]
Rohingya di Cox's Bazaar[/caption] Rencana pemerintah Myanmar untuk menampung warga Buddha Bangladesh di wilayah tempat tinggal Muslim Rohingya di Rakhine merupakan konspirasi baru yang bertentangan dengan komitmen pemerintah Naypyidaw untuk mengembalikan para pengungsi Rohingya. Dalam kesepakatan antara Menteri Luar Negeri Myanmar, Aung San Suu Kyi dan mitranya dari Bangladesh, Abul Hassan Mahmud Ali, sekitar empat bulan lalu, pemerintah Myanmar sepakat merelokasi Muslim Rohingya yang kini berada di perbatasan antara kedua negara di kamp-kamp kumuh, ke tempat tinggal mereka. Namun kesepakatan tersebut belum diimplementasikan. Makar baru pemerintah Myanmar untuk mengakomodasi warga Buddha Bangladesh di wilayah tempat tinggal para pengungsi Rohingya di Rakhine, selain menunjukkan ketidakinginan pemerintah mengembalikan pengungsi Muslim, juga berusaha mengubah demografi penduduk di provinsi tersebut. Tentu saja, strategi untuk mengubah komposisi demografi merupakan inti dari proyek pemerintah Myanmar sejak akhir 2016. Ketika itu, para pejabat dari pemerintah Myanmar mengumumkan bahwa tujuh desa baru untuk warga Buddha akan dibangun di kota Mangdo di provinsi Rakhine. Setelah lebih dari satu setengah tahun makar pemerintah Myanmar itu terbongkar, dapat disaksikan bahwa tujuan kaum ekstremis Buddha di negara ini adalah menciptakan bumi hangus di Rakhine. Strategi pemerintah Myanmar untuk mengubah demografi di Rakhine demi kepentingan umat Buddha terjadi di saat tekanan dari masyarakat internasional, termasuk PBB dan lembaga hak asasi manusia, menekankan kembalinya para pengungsi Rohingya ke tanah air mereka. Menurut sensus tahun 2014, warga Buddha yang tinggal di beberapa desa di kota Mangadu, yang hanya mencapai dua persen dari total populasi, dan sebagian besar penduduk di wilayah tersebut adalah Muslim Rohingya. Perlu dicatat bahwa pemerintah Myanmar, menghapus peluang utuk kembalinya para pengungsi Rohigya ke provinsi Rakhine, dengan menempatkan warga Buddha yang menetap di Bangladesh. Tidak hanya itu, ancaman kekerasan masih menghantui dan mencegah kembalinya para pengungsi Rohingya, apalagi hingga kini tidak ada jaminan kongkret dari pemerintah Myanmar agar gelombang kekerasan tersebut tidak terulang kembali. Politik tersebut sedang digulirkan pemerintah Myanmar ketika masyarakat internasional, khusus negara-negara Barat yang mengklaim sebagai pionir dalam bidang hak asasi manusia, bungkam penuh makna di hadapan kejahatan dan konspirasi pemerintah. Hal itu sekaligus menjadi lampu hijau bagi pemeritah Myanmar untuk melanjutkan kejahatannya. (ParsToday) Baca Juga:
Rohingya di Cox's Bazaar[/caption] Rencana pemerintah Myanmar untuk menampung warga Buddha Bangladesh di wilayah tempat tinggal Muslim Rohingya di Rakhine merupakan konspirasi baru yang bertentangan dengan komitmen pemerintah Naypyidaw untuk mengembalikan para pengungsi Rohingya. Dalam kesepakatan antara Menteri Luar Negeri Myanmar, Aung San Suu Kyi dan mitranya dari Bangladesh, Abul Hassan Mahmud Ali, sekitar empat bulan lalu, pemerintah Myanmar sepakat merelokasi Muslim Rohingya yang kini berada di perbatasan antara kedua negara di kamp-kamp kumuh, ke tempat tinggal mereka. Namun kesepakatan tersebut belum diimplementasikan. Makar baru pemerintah Myanmar untuk mengakomodasi warga Buddha Bangladesh di wilayah tempat tinggal para pengungsi Rohingya di Rakhine, selain menunjukkan ketidakinginan pemerintah mengembalikan pengungsi Muslim, juga berusaha mengubah demografi penduduk di provinsi tersebut. Tentu saja, strategi untuk mengubah komposisi demografi merupakan inti dari proyek pemerintah Myanmar sejak akhir 2016. Ketika itu, para pejabat dari pemerintah Myanmar mengumumkan bahwa tujuh desa baru untuk warga Buddha akan dibangun di kota Mangdo di provinsi Rakhine. Setelah lebih dari satu setengah tahun makar pemerintah Myanmar itu terbongkar, dapat disaksikan bahwa tujuan kaum ekstremis Buddha di negara ini adalah menciptakan bumi hangus di Rakhine. Strategi pemerintah Myanmar untuk mengubah demografi di Rakhine demi kepentingan umat Buddha terjadi di saat tekanan dari masyarakat internasional, termasuk PBB dan lembaga hak asasi manusia, menekankan kembalinya para pengungsi Rohingya ke tanah air mereka. Menurut sensus tahun 2014, warga Buddha yang tinggal di beberapa desa di kota Mangadu, yang hanya mencapai dua persen dari total populasi, dan sebagian besar penduduk di wilayah tersebut adalah Muslim Rohingya. Perlu dicatat bahwa pemerintah Myanmar, menghapus peluang utuk kembalinya para pengungsi Rohigya ke provinsi Rakhine, dengan menempatkan warga Buddha yang menetap di Bangladesh. Tidak hanya itu, ancaman kekerasan masih menghantui dan mencegah kembalinya para pengungsi Rohingya, apalagi hingga kini tidak ada jaminan kongkret dari pemerintah Myanmar agar gelombang kekerasan tersebut tidak terulang kembali. Politik tersebut sedang digulirkan pemerintah Myanmar ketika masyarakat internasional, khusus negara-negara Barat yang mengklaim sebagai pionir dalam bidang hak asasi manusia, bungkam penuh makna di hadapan kejahatan dan konspirasi pemerintah. Hal itu sekaligus menjadi lampu hijau bagi pemeritah Myanmar untuk melanjutkan kejahatannya. (ParsToday) Baca Juga:- Biadab! Bocah-bocah Muslim Rohingya Dijual untuk Prostitusi
- Australia Gugat Pembantaian Muslim Rohingya oleh Rezim Myanmar !!
- PBB: Facebook Picu Kekerasan Bantai Muslim Rohingya
- PBB Sesalkan Dunia Telah Kecewakan Muslim Rohingya
- PBB : Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar ‘Disponsori Negara’
- Amnesty International : Rezim Myanmar Rampok Desa Muslim Rohingya
- Biarkan Pembantaian Muslim Rohingya, Penghargaan HAM Suu Kyi dicopot!
- PBB: Myanmar Lakukan Genosida Bantai Muslim Rohingya
- Foto Satelit Desa Muslim Rohingya Dibuldoser Rezim Myanmar
- Hilangkan Bukti Pembantaian Muslim, Myanmar Buldoser Kuburan Massal Rohingya
- Pembunuhan Muslim Rohingya Paling Menguncang Dunia!
- Rezim Biadab! Selidiki Permbunuhan Muslim Rohingya, Wartawan Ditahan
- Awas!! Genosida, Pembunuhan Muslim Rohingya Berlanjut
- PBB Temukan Kuburan Massal, Pembunuhan Genosida Muslim Rohingya
- Tak Ada Jaminan Keselamatan Muslim Rohingya di Myanmar
- Genosida terhadap Muslim Rohingya Masih Berlangsung
- PBB: Kondisi Muslim Rohingya Masih Memprihatinkan
- Kampret! Suu Kyi Malah Dukung Pembantaian Muslim Rohingya
- Ditemukan Kuburan Massal Muslim Rohingya di Myanmar
- Krisis Rohingya: Mereka yang Dipukuli dan Dibakar
- Siksa Muslim Rohingya, Tentara Myanmar Malah Dilindungi
- Muslim Rohingya Disiksa, Malaysia Ancam Tarik Investasinya di Myanmar
- Pemerintah Myanmar Sita Hasil Panen Petani Rohingya
- AS Cuma Kecam, Tidak Ada Inisiatif Akhiri Krisis Myanmar
- PBB Akui Pembantaian Sistematis Muslim Rohingya
- Pengungsi Rohingya di Bangladesh Capai 590 Ribu
- Setiap Pekan 12.000 Anak-anak Rohingya Tiba di Kamp Penuh Sesak
- UNICEF Peringatkan Kondisi Buruk Pengungsi Rohingya
- Israel Akui Berperan dalam Genosida Muslim Rohingya
- PBB Sengaja ‘Diamkan’ Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar?
- PBB: Penyiksaan Muslim Rohingya, Mimpi Buruk Kemanusiaan
- Biadab! Orang Buddha Myanmar Halangi Bantuan Rohingya
- Muslim Rohingya Dibantai, Suu Kyi Masih Saja Menipu!
- Tragedi di Myanmar, Genosida Terorganisir terhadap Umat Islam
- Kampret! Mendagri India Usir Muslim Rohingya
- Pembantaian Muslim Myanmar, Contoh Nyata Genosida
- Pengungsi Rohingya Sebut Omongan Suu Kyi Penipuan!
- Serangan atas Muslim Berlanjut, Komandan Militer Myanmar Biadab!
- Forjim Bongkar Penyesatan Opini Kaum Liberal tentang Konflik Rohingya
- Militer Myanmar Sengaja Bakar Desa-desa Muslim Rohingya
- Myanmar Tidak Ijinkan IRC Mengkases Muslim Rohingya
- UNICEF Peringatkan Bahaya Kematian 200 Ribu Anak Rohingya
- Negara-negara Islam Harus ‘Boikot’ Myanmar !!
- Bungkam, Aung San Suu Kyi Dikecam 5 Peraih Nobel Perdamaian
- Militer Myanmar Mulai Serang Masjid-masjid di Rakhine
- Pokok-pokok Pikiran Majelis Nasional KAHMI tentang Masalah Rohingya
- Forum Parlemen Dunia Kutuk Genosida Rohingya, India Marah
- Media Myanmar Sebarkan Berita Bohong Soal Rohingya
- The Telegraph: Militer Myanmar Bantai Muslim
- Tentara Myanmar Tembaki Ratusan Muslim Rohingya, Perempuan dan Anak-anak
- Pengacara Muslim Myanmar Tewas Diteror





























