Prabowo Tertinggal di Survei Vox Populi, Jokowi Unggul 20 Persen

Jakarta, Obsessionnews.com - Menjelang Pemilihan Presiden 2019, Lembaga survei Vox Populi Reseach Center merilis hasil survei elektabilitas dua pasangan capres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hasilnya Prabowo tertinggal jauh dari Jokowi terpaut 20 persen. Baca juga:4,5 Tahun Difitnah, Kini Jokowi MelawanHaddad Alwi Bersama Warga Banten Bersholawat untuk Jokowi-Ma’ruf AminKetua MPR: Pemilu Bukan Perang, Prabowo dan Jokowi Kader Terbaik Direktur Riset Vox Populi Research Center Dika Moehamad mengatakan mengatakan, tingginya selisih elektabilitas antara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga disebabkan tingginya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah. "Tingginya kepuasan terhadap kinerja pemerintah terkonversi dalam elektabilitas Jokowi yang jauh mengungguli Prabowo-Sandiaga, yakni terpaut 20 persen," ujar Dika dalam siaran pers resminya, Senin (25/3/2019). Dika menuturkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi tinggi. Yakni 71,3% responden puas dan 28,7% merasa tidak puas. Pembangunan infrastruktur menjadi penyumbang indikator kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi dengan angka 77,6%. "Pembangunan infrastruktur yang menjadi program andalan Jokowi menempati peringkat pertama indikator kepuasan," demikian bunyi keterangan dari Populi Center. Survei tersebut dilakukan Vox Populi Research Center pada periode 5-15 Maret 2019. Margin of error survei sebesar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat mewakili 34 provinsi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Hasil survei tersebut menempatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan elektabilitas mencapai 54,1%. Sementara Prabowo-Sandi mendapat elektabilitas sebesar 33,6%. “Di sisi lain, isu ekonomi seperti lapangan kerja dan harga pangan menjadi indikator paling rendah dalam tingkat kepuasan,” jelas Dika. Kepuasan soal lapangan kerja hanya sebesar 48,0 persen dan harga pangan 46,2 persen. Kelemahan petahana ini dimanfaatkan oleh 02. Kemudian memunculkan kritik ekonomi. Sebut saja seperti tempe setipis ATM, hingga lulusan sarjana hanya menjadi pengemudi ojeg online. Namun dengan program 3 kartu sakti baru yang dijanjikan Jokowi, menjadi jawaban atas kritik dan ketidakpuasan publik atas problem lapangan kerja dan naik-turunnya harga pangan. Indikator kepuasan lain yang relatif tinggi adalah dalam hal pemberantasan korupsi yakni,76,2 persen;hubungan internasional, 72,4 persen;dan penegakan hukum, 71,7 persen. “Sedangkan tiga isu lain ada pada tingkat moderat, yaitu pendidikan (71,2 persen), kesehatan (63,8 persen), dan perlindungan HAM (58,1 persen),” jelas Dika. Di tempat terpisah, Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menyatakan pihaknya takkan terbuai dengan hasil tersebut. Dirinya dan tim akan terus bekerja keras memaksimalkan suara kemenangan dalam pemilu. "Gas pol, tetap gas pol," ujar Kiai Ma’ruf sambil tersenyum di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/3) sore. Gas pol adalah ungkapan di kalangan anak muda untuk menggambarkan semangat untuk terus berada di kecepatan yang tinggi. Menurut Kiai Ma'ruf, saat ini memang sudah terlalu banyak lembaga riset yang menyampaikan hasil surveinya. Banyak yang menyebut selisih elektabilitas paslon 01 dan 02 di atas 20 persen, ada juga yang menyebut di bawah. Umumnya selisih kemenangan Jokowi-Ma'ruf adalah di 19-20 persen. Namun, Tim Jokowi-Ma'ruf dipastikannya tidak terpengaruh oleh survei. Sebab yang digenjot terus adalah agar terus bersemangat untuk bekerja. "Kita akan terus genjot di 20 hari terakhir ini. Kita akan melakukan, mengoptimalkan kampanye. Baik kampanye indoor maupun outdoor," tandas Kiai Ma'ruf. (Has)





























