Senin, 19 April 21

Pewarna Makanan Berbahaya di Camilan Anak-anak?

Pewarna Makanan Berbahaya di Camilan Anak-anak?
* Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Anak-anak sangat suka menikmati camilan, terutama jika sedang belajar di rumah atau mengerjakan tugas. Adanya camilan membuat mereka lebih bersemangat. Pandemi juga memicu anak mengemil lebih banyak dari biasanya.

Penting bagi orangtua untuk memperhatikan camilan yang sering dikonsumsi anak. Akan lebih baik jika memberikan camilan yang dibuat sendiri di rumah atau buah-buahan. Hindari camilan dalam kemasan yang memiliki warna cerah.

Menurut sebuah penelitian dari University of Southampton, pewarna makanan buatan seperti merah allura, biru berlian CFC, tartrazine, kuning kuinolin, sunset yellow, dan ponceau 4R dapat menyebabkan peningkatan risiko hiperaktif pada anak-anak.

Untuk mengantisipasi banyak pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan, makan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) membatasi penggunaan pewarna makanan sintetis untuk setiap kategori makanan, seperti susu, permen, kue, jajanan, dan lainnya.

Penggunaan pewarna makanan kadangkala ditujukan untuk mensimulasikan bahan alami seperti buah dan sayuran yang tidak ditemukan dalam makanan. Namun, seiring berjalannya waktu pewarna makanan seringkali ditambahkan pada makanan dan camilan yang tidak diperuntukkan untuk anak.

Makanan yang sering ditemukan terdapat pewarna makanan, seperti cereal, permen, frosting, biskuit, dan beberapa jenis minuman manis. Memang, penggunaan warna makanan dapat meningkatkan daya tarik visual bagi konsumen, karena apa yang dirasakan sangat berpengaruh dari apa yang dilihat, seperti halnya persepsi mengenai aroma dan rasa juga di pengaruhi oleh rona dan intensitas warna makanan atau minuman.

Dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id, 24 Februari 2021, hal tersebut terbukti dari sebuah studi oleh Emerald Insight yang menunjukan 90% pembeli memutuskan untuk membeli atau tidak hanya berdasarkan warna dan rasa yang dirasakan.

Jadi untuk para ibu yang ingin buah hatinya sehat, lebih baik berilah camilan dengan pewarna alami seperti buah dan sayuran atau bila harus memberikan camilan instan, berikan yogurt atau oatmeal atau kacang-kacangan.

Pilihlah makanan yang tinggi kandungan proteinnya, agak sel otak anak tetap terjaga dan bisa tetap fokus dalam pembelajaran. Dianjurkan pula untuk memperhatikan label kemasan yang ada di produk untuk mengetahui dan memastikan kandungan yang ada baik dan aman untuk dimakan.

Selain itu, maksimalkan pemberian camilan kepada anak pada waktu yang ideal, misalnya pukul 10 pagi dan 3 sore. Pemberian camilan pada waktu tersebut dapat meningkatkan kecukupan energi dan mental serta nutrisi. (Dream/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.