Rabu, 19 Mei 21

Menguak Misteri Kehidupan Dunia dan Akhirat Adanya Pemanggil

<span class=Menguak Misteri Kehidupan Dunia dan Akhirat Adanya Pemanggil">
* Keranda mayat. (Foto: laduni)

Diceritakan dalam hadits: Ketika ruh berpisah dari badan, maka dipanggil dari langit dengan tiga kali teriakan: “Hai anak Adam, apakah engkau meninggalkan dunia atau dunia yang meninggalkan kamu?

Apakah engkau yang mengumpulkan dunia ataukah dunia yang mengumpulkan Engkau?

Apakah engkau yang membunuh dunia ataukah dunia yang membunuh engkau?”

Tatkala mayit itu diletakkan di atas tempat memandikan, maka mayit itu dipanggil dengan tiga kali teriakan:
“Hai anak Adam, dimana badanmu yang kuat itu, dan apa yang menjadikan engkau menjadi lemah?

Dimana lisanmu yang fasih itu dan apa yang menjadikan kamu diam,

dimanakah kekasih-kekasihmu itu, dan apa yang menjadikan ia tidak suka kepadamu.”

Dan ketika mayit itu diletakkan dalam kain kafan, mayit itu dipanggil dengan tiga kali teriakan:
“Hai anak Adam, engkau akan pergi dalam bepergian yang jauh dengan tanpa membawa perbekalan.

Engkau akan keluar dari rumahmu, maka engkau tidak akan kembali lagi.

Dan engkau yang (biasa) naik kuda maka engkau tidak akan bisa naik sejenis kuda itu selamanya, engkau akan berangkat ke rumahnya sesuatu yang lebih menakutkan.”

Ketika mayit itu dipikul di atas keranda, maka mayit itu dipanggil dengan tiga kali teriakan:
“Hai anak Adam, bahagialah untukmu, Jika engkau termasuk orang yang bertaubat.

Bahagialah untukmu, Jika amalmu termasuk amal yang baik.

Bahagialah untukmu, jika temanmu itu adalah keridlaan Allah Ta’ala.

Dan celakalah untukmu, jika temanmu itu adalah kemurkaan Allah Ta’ala.”

Ketika mayit itu diletakkan untuk dishalati maka mayit itu dipanggil dengan tiga kali teriakan:
“Hai anak Adam, setiap perbuatan yang engkau lakukan engkau akan melihatnya, jika perbuatan amalmu itu baik, maka engkau akan melihat suatu kebaikan.

Dan jika amal perbuatanmu itu buruk, maka engkau akan melihat suatu keburukan.”

Ketika keranda itu diletakkan di tepi kubur, mayit itu dipanggil tiga kali teriakan:
“Hai anak Adam, engkau tidak akan membawa perbekalan dari tempat yang ramai menuju ke tempat yang rusak.

Dan engkau tidak membawa dari kekayaanmu kepada kefakiran ini.

Dan engkau tidak membawa cahaya ke tempat kegelapan ini.”

Ketika mayit itu diletakkan di liang landak (kubur), maka mayit itu dipanggil dengan tiga kali teriakan:
“Hai anak Adam, engkau berada di atas punggungku dengan tertawa, dan (sekarang) engkau berada di perutku dengan menangis.

Engkau berada di punggungku dengan bergembira, (sekarang) engkau berada di perutku dengan kesusahan.

Dan engkau (ketika) berada di atas punggungku bisa berbicara, (sekarang) engkau berada di perutku dengan berdiam.”

Ketika orang-orang berpaling meninggalkan si mayit, maka Allah Ta’ala berfirman:
“Hai hambaku, (sekarang) engkau tinggal menyendiri dan sendirian, sedangkan orang-orang sama meninggalkanmu dalam gelapnya kubur.

Engkau telah durhaka kepada-Ku karena manusia, dan karena isteri, serta karena anak.

Dan Aku lebih mengasihi kepadamu hari ini dengan suatu rahmat, dimana dari rahmat itu bisa mengherankan beberapa makhluk.

Dan Aku lebih menaruh kasihan kepadamu dari pada belas kasih ibu kepada anaknya.”

Sumber: Terjemah kitab “Daqaiqul Akhbar” (Syeikh Abdurrahman bin Ahmad Al- Qadhi) halaman: 40 – 41.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.