Senin, 14 Oktober 19

Petani Jagung Program Alternatif Development di Bireuen Berharap Bantuan Air dari Pemerintah

Petani Jagung Program Alternatif Development di Bireuen Berharap Bantuan Air dari Pemerintah
* Air menjadi salah satu masalah krusial yang dihadapi para petani jagung di Desa Meunasah Bungo, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh,  saat ini mengingat sulitnya sumber mata air dan kondisi musim kemarau yang cukup panjang di tahun ini. (Foto: BNN)

Bireuen, Obsessionnews.com – Air menjadi salah satu masalah krusial yang dihadapi para petani jagung di Desa Meunasah Bungo, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh,  saat ini mengingat sulitnya sumber mata air dan kondisi musim kemarau yang cukup panjang di tahun ini.

 

Baca juga:

BNN Musnahkan 77 Kg Sabu dan 631 Kg Ganja

BNN Bekali Materi Bahaya Narkoba Untuk  Pranata Humas di Bali

Berpikir Layaknya Petani, Bukan Pedagang

 

Dalam kegiatan kunjungan lapangan yang dilakukan oleh tim Direktorat Pemberdayaan Alternatif  Badan Narkotika Nasional (BNN) ke lokasi penanaman jagung, Rabu (18/9/2019), ditemukan hanya terdapat satu sumber air di lokasi dengan debit air yang terbatas. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari kegiatan bimbingan teknis bagi masyarakat dan stakeholder terkait yang dilaksanakan sehari sebelumnya.

Mudzakir selaku sekretaris desa dan perwakilan petani menjelaskan, selain debit air yang terbatas, jarak antara  sumber air dengan lokasi penanaman juga menjadi tantangan karena berada di kawasan lereng.

“Kami pernah mencoba untuk mengebor, mencari sumber mata air di wilayah ini, namun sulit,” kata Mudzakir.

Dikutip dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Jumat (20/9), dalam kesempatan itu Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN Andjar Dewanto mengatakan akan mencoba  mencari solusi dari permasalahan ini dengan berkoordinasi terlebih dahulu kepada pemerintah setempat.

“Air jelas menjadi kebutuhan utama untuk tanaman, permasalahan ini mesti segera dicari solusinya,” tegas Andjar di depan para petani.

Sebagai informasi penanaman tanaman jagung ini merupakan tahapan program Grand Design Alternative Development (GDAD) yang digagas oleh BNN dengan menyasar tiga lokasi pilot project di Aceh, yakni Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Gayo Lues. Pemilihan ketiga lokasi didasarkan kepada tingkat kerawanan daerah, khususnya peredaran gelap tanaman ganja yang ditanam di ketiga lokasi tersebut. Aceh memiliki tingkat kerawanan sebagai lokasi penanaman ganja. Selain itu Aceh juga menjadi salah satu pintu masuk narkoba dari luar negeri, terutama jenis sabu.

Melalui program GDAD yang dirintis sejak tahun 2016 hingga 2025 nanti diharapkan dapat mengubah mindset masyarakat atau petani yang saat ini menanam ganja untuk beralih ke jenis tanaman lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan legal.

Lahan di Desa Meunasah Bungo ini menjadi lokasi perdana penanaman jagung di Kabupaten Bireuen pada akhir Agustus lalu. Untuk selanjutnya awal Oktober nanti akan dilakukan penanaman tanaman jagung secara serempak di lahan seluas 12.730 hektar yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bireuen. (bnn/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.