Sabtu, 6 Maret 21

Musnahkan Titik ke-10 Ladang Ganja di Aceh, BNN Lampaui Target

Musnahkan Titik ke-10 Ladang Ganja di Aceh, BNN Lampaui Target
* Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan ladang ganja yang ditemukan di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam pada Kamis (29/8/2019). (Foto: BNN)

Aceh Besar, Obsessionnews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali memusnahkan ladang ganja yang ditemukan di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam pada Kamis (29/8/2019).

Penemuan ladang ganja ke-10 dari target 8 titik pada tahun 2019 ini berawal dari hasil pemantauan satelit yang dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Kemudian dilakukan penyelidikan oleh Tim Lidik Direktorat Narkotika Deputi Pemberantasan BNN bersama dengan Direktorat Narkoba Polda Aceh pada Rabu (14/8).  Ini berarti BNN telah melampaui target.

 

Baca juga:

BNN Amankan 28 Miliar Aset Bandar

BNN Perkenalkan Toko Online www.tokostopnarkoba.com dalam Pertemuan ASOD di Kamboja

Penggiat Anti Narkoba Jadi Perpanjangan Tangan BNN dalam Upaya P4GN

Terletak di sekitar gunung Seulawah Agam, Desa Pulo, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, lahan seluas kurang lebih 1.000 m2 ini ditanami pohon ganja sebanyak kurang lebih  40.000 batang dengan ketinggian pohon variatif antara 50-380 cm, dan berat basah sekitar 10 ton.

Kasubdit Narkotika Alami Direktorat Narkotika Deputi Pemberantasan BNN, Kombes Pol Aldrin M.Hutabarat selaku Ka Satgas Pemusnahan Ladang Ganja, memimpin 111 pasukan gabungan yang terdiri dari BNN, Polri, dan TNI, menuju ke ladang.

Dibutuhkan waktu kurang lebih  jam dari titik kumpul untuk mendaki gunung Seulawah Agam dan menemukan lokasi penanaman ladang ganja tersebut.

Aldrin mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemusnahan tanaman terlarang yang berada di wilayah Indonesia.

Namun, ia berharap agar lahan yang telah dimusnahkan ini secara estafet segera dapat diambil alih dan dikelola dengan baik agar tidak kembali dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Saya harap setelah pemusnahan ini secara estafet lahan segera dialihfungsikan agar tidak kembali dimanfaatkan oleh petani ganja,” ujar Aldrin seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Biro Humas dan Protokol BNN, Kamis.

Sementara itu Kepala BNN Provinsi Aceh  Brigjen Pol Faisal Abdul Naseryang ikut menyaksikan pemusnahan ladang ganja tersebut mengatakan, pihaknya akan mengembangkan program Grand Design Alternative Development (GDAD) di wilayah pegunungan Seulawah Agam dengan tanaman pangan yang memiliki nilai jual tinggi.

“Setelah ladang ganja ini dimusnahkan, kami (BNNP Aceh) akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Aceh untuk segera melakukan penanaman seperti program GDAD,” ungkap Faisal.

Dengan dimusnahkannya ladang ganja ini, sepanjang tahun 2019 BNN telah memusnahkan sebanyak 324.000 batang pohon ganja dengan berat total 70,2 ton. (bnn/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.