Sabtu, 25 Januari 20

Penggiat Anti Narkoba Jadi Perpanjangan Tangan BNN dalam Upaya P4GN

Penggiat Anti Narkoba Jadi Perpanjangan Tangan BNN dalam Upaya P4GN
* Suasana kegiatan "Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN Instansi Pemerintah dan Masyarakat serta Lingkungan Pendidikan di Gayo Lues” yang  di Gedung Nusa Indah Kuta Lintang, Blangkejeren, Aceh, Selasa (27/8/2019). (Foto: BNN)

Gayo Lues, Obsessionnews.com  – Permasalahan penyalahgunaan narkoba telah merambah ke semua tatanan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang komprehensif dan berkesinambungan.

 

Baca juga:

Jadi Daerah Rawan Narkoba, BNN Adakan Bimtek di Gayo Lues

Narkoba Bikin Gelisah! Berikan Pengasuhan Terbaik pada Anak-anak Kita

BNN Bekali Warga Daerah Rawan Narkoba untuk Bangun Kemandirian Wirausaha

 

Dalam hal ini para penggiat anti narkoba sebagai agen Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)  diharapkan dapat berpartisipasi aktif. Salah satunya adalah apabila ada di lingkungannya yang terindikasi penyalahgunaan narkoba agar segera melaporkannya ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), sehingga dapat dilakukan proses rehabilitasi.

Hal ini disampaikan Analis Dayamas Badan Narkotika Nasional (BNN) Khrisna Anggara dalam kegiatan “Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN Instansi Pemerintah dan Masyarakat serta Lingkungan Pendidikan di Gayo Lues”  di Gedung Nusa Indah Kuta Lintang, Blangkejeren, Aceh, Selasa (27/8/2019).

Khrisna berharap  penggiat anti narkoba  bisa menjadi perpanjangan tangan BNN dalam upaya P4GN. Hal tersebut dikemukakan sebagai bentuk implementasi dari Inpres No.6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN kepada 40 penggiat anti narkoba dari instansi pemerintah di Gayo Lues.

Dalam upaya P4GN, para penggiat dapat melakukan upaya dari hal-hal sederhana, misalnya sosialisasi lewat apel pagi.

“Salah satu contoh pencegahan yang dapat dilakukan  yaitu pada saat apel pagi. Pimpinan dapat menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba, dan apabila dilakukan berulang-ulang tentunya itu adalah hal yang bagus,” ujarnya .

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Selasa, dalam kesempatan yang sama Kasi Produktivitas dan Pendampingan Rehabilitasi BNN Yoseph Jodi  menyampaikan kepada peserta Bimtek Penggiat Anti Narkoba dari lingkungan pendidikan, bahwa kehadiran para peserta akan menjadi agen perubahan BNN untuk   anak didik, masyarakat dan keluarga dengan tidak henti-hentinya menyosialisasikan bahaya Narkoba.

“Kami sangat berpengharapan banyak kepada bapak/ibu karena nantinya akan membantu kami untuk terus menurunkan prevalensi penggunaan narkotika. Menjadi salah satu agen kami untuk menyebarkan virus baik kepada masyarakat,” tandasnya.

Pengguna yang paling banyak tipenya adalah pengguna coba-coba. Pengguna tersebut dapat diobati dengan pendekatan pribadi dan pendekatan keluarga tanpa harus menjadi pengguna tetap. Ada beberapa  paradigma bahwa orang yang memiliki masalah dengan narkotika (kecanduan) merupakan seorang kriminal.

“Pendekatan hukum kurang begitu pas untuk melakukan pendekatan kepada orang yang mempunyai masalah narkotika,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan dalam penyampaian informasi sangat berpengaruh terhadap anak milenial. Kita harus memberikan informasi yang akurat dan tepat yang melebihi pengetahuan mereka dan menggunakan komunikasi assertive atau memperbanyak diskusi.

“Peran keluarga merupakan dukungan yang cukup bermakna,” ungkapnya. (bnn/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.