Selasa, 24 September 19

Narkoba Bikin Gelisah! Berikan Pengasuhan Terbaik pada Anak-anak Kita

Narkoba Bikin Gelisah! Berikan Pengasuhan Terbaik pada Anak-anak Kita
* Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Anti Narkoba Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Padadita Beach Hotel, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), 21 Agustus 2019. (Foto: BNN)

Waingapu, Obsessionnews.com – Memperoleh peringkat kedua jelas merupakan sebuah prestasi. Namun, tidak untuk Kabupaten Sumba Timur yang menduduki peringkat kedua dalam kawasan rawan narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Baca juga:

Masuk Zona Kuning, Sumba Timur Didorong Bentuk Badan Narkotika

BNN Bekali Warga Daerah Rawan Narkoba untuk Bangun Kemandirian Wirausaha

Gencar Sosialisasikan Bahaya Narkoba, Bisa Bikin Sindikat Gerah

 

Hal ini membuat tokoh-tokoh masyarakat Sumba Timur, yang berkumpul pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Anti Narkoba Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Padadita Beach Hotel, Waingapu, Sumba Timur, Kamis (22/8/2019), merasa gelisah.

Harus ada yang diperbuat untuk anak Sumba Timur agar terhindar dari kejahatan luar biasa ini.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sumba Timur Franky Rangga Bani, S.STP., M.Si mengatakan, narkoba bukan hal yang biasa lagi.

“Kondisi penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah parah. Kota-kota besar yang sudah dijaga ketat saja masih bisa narkoba beredar, apalagi kita yang memiliki jalur-jalur laut terbuka,” ujar Franky.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Jumat (23/8), dalam kesempatan itu Pdt. Dianita Aprisa L, Taranau, STh, perwakilan Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (Peruati) Sumba Timur sebagai tokoh agama menyatakan kegelisahannya atas permasalahan narkoba yang telah dipaparkan selama dua hari mengikuti Bimtek.

“Masalah narkoba ini mengundang kegelisahan bagi kami. Pulang dari Bimtek ini pundak terasa berat karena ada tanggung jawab yang harus kami tunaikan,” ungkap Aprisa.

Sementara itu Kasubdit Lingjamas Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Ricky Yanuarfi, SH, M.Si mengatakan, untuk langkah awal tidak perlu berpikir terlalu jauh. Mulailah dari diri sendiri, dari keluarga. Berikan pengasuhan  terbaik pada anak-anak kita. Tidak hanya memberikan perintah, tapi juga memberikan contoh kepada mereka.

“Mulailah dari diri sendiri. Mulai dari keluarga. Anak yang terkena narkoba biasanya berasal dari pengasuhan keluarga yang kurang baik,” tutur Ricky.

Pola asuh dan lingkungan keluarga yang baik akan menghasilkan anak-anak dengan potensi yang luar biasa.

Setelah lingkungan keluarga terbentengi, lanjutkan dengan lingkungan yang lebih luas lagi.

Lakukanlah hal-hal kecil dengan cara yang hebat, maka hasilnya pun akan berdampak bagi orang banyak. (bnn/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.