Minggu, 22 September 19

BNN Bekali Warga Daerah Rawan Narkoba untuk Bangun Kemandirian Wirausaha

BNN Bekali Warga Daerah Rawan Narkoba untuk Bangun Kemandirian Wirausaha
* Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN Andjar Dewantoro bersama para peserta kewirausahaan di Pondok Pesantren Ra Daar At Taubah, Kelurahan Kebonjeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/8/2019). (Foto: BNN)

Bandung, Obsessionnews.com – Pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba memerlukan kerja sama banyak pihak. Tidak hanya diserahkan pada penegak hukum saja, peran keluarga, lingkungan, dan masyarakat juga sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba saat ini. Masyarakat sebagai aktor utama penggerak di lapisan terbawah diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap kelangsungan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan masyarakat.

 

Baca juga:

Gencar Sosialisasikan Bahaya Narkoba, Bisa Bikin Sindikat Gerah

Masuk Zona Kuning, Sumba Timur Didorong Bentuk Badan Narkotika

Australia Dukung Pemberantasan Narkoba di Indonesia

 

Keterlibatan masyarakat dalam tindak kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dipandang sebagai kurangnya kemampuan dan keterampilan untuk bekerja dan mencari nafkah untuk menopang kehidupannya. Menyikapi persoalan tersebut, Direktorat Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional (BNN) mengadakan kegiatan pemberdayaan alternatif melalui pengembangan kewirausahaan bagi masyarakat kawasan rawan narkoba di Provinsi Jawa Barat, tepatnya di ruang serbaguna Pondok Pesantren Ra Daar At Taubah, Kelurahan Kebonjeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Selasa (20/8/2019).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memberikan pembekalan dalam membangun kemandirian wirausaha untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam melaksanakan program P4GN. Dengan pelatihan ini juga diharapkan masyarakat daerah rawan narkoba tidak lagi berjualan ataupun memakai narkoba. Dan setelah peserta mahir, diharapkan hasil-hasil kreasi warga ini bisa dijual di tokostopnarkoba.com sebagai sarana pemasarannya.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN Andjar Dewantoro pada saat memberikan pemaparan kepada peserta pelatihan.

“Diharapkan dengan  dengan terciptanya pekerja dan wirausahawan bisa menjadi salah satu strategi dalam menurunkan angka kejahatan  penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan masyarakat, dan pemasarannya kita bantu melalui tokostopnarkoba.com,” tutur Andjar.

Dikutip dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Rabu (21/8), disebutkan selama lima hari 15 warga yang berasal dari RW 7 dan 9 di Kelurahan Kebonjeruk ini mendapatkan beberapa pelatihan keterampilan khusus, antara lain melukis kain dan penanaman jahe merah.

Ohin Kusnadi, salah seoraang peserta pelatihan,  mengatakan sangat berterima kasih kepada pihak BNN, karena  dengan adanya pelatihan seperti ini warga sekitar bisa mengembangkan ekonomi kreatif bagi masyarakat di kelurahan ini.

Hal senada diungkapkan Agus Hidayat sebagai ketua pendamping peserta pelatihan. Ia menyampaikan rasa syukur karena di Kelurahan Kebonjeruk ini menjadi percontohan atau permulaan pengembangan pelatihan dari BNN.

“Terima kasih kepada BNN. Warga daerah kami masih diperhatikan, karena daerah ini sangat mengkhawatirkan dalam hal peredaran narkoba,” ujar Agus.

Dalam pelatihan ini masyarakat akan belajar dan didorong untuk kreatif dalam berinovasi menciptakan peluang usaha. Para peserta juga diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menciptakan peluang kerja guna memperbaiki perekonomian keluarga, dan juga dapat meningkatkan pemahaman dalam wirausaha dengan menjadikan kegiatan ini sebagai sarana guna membangun jejaring perekonomian masyarakat.

Selain itu kegiatan ini juga dapat manambah wawasan dan pengetahuan wirausaha serta sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga agar mampu mengembangkan diri sendiri, serta melahirkan generasi muda penerus generasi bangsa yang bersih dari narkoba. (bnn/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.