Rabu, 29 Januari 20

Jadi Daerah Rawan Narkoba, BNN Adakan Bimtek di Gayo Lues

Jadi Daerah Rawan Narkoba, BNN Adakan Bimtek di Gayo Lues
* Kegiatan "Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN Instansi Pemerintah dan Masyarakat serta Lingkungan Pendidikan di Gayo Lues”  di Gedung Nusa Indah Kuta Lintang, Blangkejeren, Aceh, Selasa (27/8/2019). (Foto: BNN)

Gayo Lues, Obsessionnews.com – Salah satu permasalahan serius yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah masalah narkoba, selain terorisme dan korupsi. Hal tersebut dipertegas dengan pernyataan Presiden RI yang menetapkan Indonesia berada dalam situasi darurat narkoba.

Terkait dengan hal tersebut Direktorat Peran Serta Masyarakat  Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar “Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN Instansi Pemerintah dan Masyarakat serta Lingkungan Pendidikan di Gayo Lues”  di Gedung Nusa Indah Kuta Lintang, Blangkejeren, Aceh, Selasa (27/8/2019).

 

Baca juga:

Narkoba Bikin Gelisah! Berikan Pengasuhan Terbaik pada Anak-anak Kita

BNN Bekali Warga Daerah Rawan Narkoba untuk Bangun Kemandirian Wirausaha

Gencar Sosialisasikan Bahaya Narkoba, Bisa Bikin Sindikat Gerah

Australia Dukung Pemberantasan Narkoba di Indonesia

Kasubdit Lingkungan Kerja Masyarakat BNN Ricky Yanuarfi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk semakin meningkatkan pemahaman akan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, serta untuk mengembangkan kemampuan kapasitas calon penggiat anti narkoba di lingkungan Instansi pemerintah.

“Berdasarkan penelitian tahun 2017, angka prevalensi di Provinsi Aceh yaitu sebesar 1,69% setara dengan jumlah kurang lebih 63.032 orang penduduk,” ungkapnya.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Selasa, disebutkan seperti diketahui Aceh memegang posisi strategis dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)  di Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena Aceh memiliki beragam potensi rawan untuk dijadikan modus penyelundupan narkoba, penanaman ganja, peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba mulai dari wilayah pesisir, pedesaan, pegunungan dan perkotaan.

Melalui pendekatan Program Alternatif Development dan Implementasinya hingga tahun 2025 memberikan kesempatan bagi Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah untuk dapat terus mewujudkan cita-cita pemerintah Aceh, yaitu membangun masyarakat Aceh yang sejahtera, mandiri dan berkelanjutan melalui program kerja pemerintah Aceh.

“Oleh karena itu salah satu upaya yang terus oleh BNN adalah terus berupaya memberdayakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk instansi pemerintah di dalamnya, untuk mengentaskan masalah kultivasi ganja yang dapat dilakukan, antara lain dengan penerbitan regulasi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, bahkan hingga ke tingkat kecamatan dan gampong,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BNN Kabupaten (BNNK) Gayo Lues Fauzul Iman menuturkan, di Gayo Lues pada awalnya petani dan masyarakat banyak menanam ganja.

“Untuk itu diperlukan penggiat yang dijadikan ujung tombak BNNK Gayo Lues untuk menyampaikan informasi-informasi penting yang telah kami sampaikan agar cepat diterima oleh masyarakat,” ujar Fauzul.

Ia juga mengatakan, mindset masyarakat Gayo Lues antara pecandu dan pengedar nantinya akan sama-sama masuk penjara. Di depan peserta Bimtek ia mempersilakan masyarakat untuk melaporkan keluarga atau kerabat yang menjadi pecandu narkoba untuk melaporkan ke BNN agar nantinya bisa di rehabilitasi dan tidak akan diproses hukum. (bnn/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.