Jumat, 5 Juni 20

Peneliti CfDs UGM: Nama Nadiem Makarim Paling Banyak Dicari Netizen  

Peneliti CfDs UGM: Nama Nadiem Makarim Paling Banyak Dicari Netizen   
* Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. (Foto: kemdikbud.go.id)

Yogyakarta, Obsessionnews.comSecara mengejutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk bos Gojek Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Kabinet Indonesia Maju. Nadiem dilantik di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019).

 

Baca juga:

Dipanggil Jokowi, Nadiem Makarim Bicara Inovasi Dalam Kabinet Kerja

Nadiem: Bergabunglah dengan Karya Anak Bangsa

Nadiem: Terima Kasih Jokowi, Gojek Lanjut

 

Pasca pengumuman anggota Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Makarim ternyata paling banyak dicari oleh para netizen di media sosial (medsos). Selain nama Nadiem, ada nama-nama menteri baru lainya yang juga banyak dicari seperti Edhy Prabowo, Fahrul Razi, Whisnutama dan Erick Thohir.

“Nadiem paling populer dicari. Padahal ia tidak memiliki akun medsos, namanya justru paling dicari di medsos,” kata peneliti Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM Paska Darmawan saat memaparkan analisis popularitas menteri di Kabinet Indonesia Maju di Gedung BC Fisipol UGM, Selasa (29/10).

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Humas UGM, Selasa, adapun nama menteri yang paling populer di media sosial adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang sudah memiliki jumlah pengikut cukup banyak di akun medsos pribadinya. Meskipun nama Prabowo sebagai menteri paling populer di media sosial, ia tidak termasuk dalam daftar nama yang paling banyak dicari dalam mesin pencari Google.

Sementara dari daftar 34 menteri dalam Kabinet Indonesia maju sekarang ini, CfDs UGM menilai jumlah menteri perempuan mengalami penurunan. “Terdapat penurunan jumlah perempuan yang sebelumnya 24 persen jadi 15 persen,” kata Vidiskiu, anggota peneliti CfDS lainnya.

Komposisi usia rerata menteri kabinet sekarang ini tidak berbeda jauh dengan komposisi kabinet periode pertama yakni berusia rerata 58 tahun. “Masih didominasi para menteri berusia 61-70 tahun, hanya satu orang saja yang milenial,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait hasil survei CfDS kali ini, Paska Darmawan mengatakan para menteri yang memiliki jumlah pengikut banyak di akun medsos seharusnya bisa mengomunikasikan dengan baik setiap kebijakan dan program pemerintah ke masyarakat. “Seharusnya bisa menggunakan medsos untuk sosialisasi kebijakan, mendengarkan pendapat, bisa komunikasi dengan netizen,” katanya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.