Kamis, 26 November 20

Pelaku Pariwisata Pekalongan Optimalkan Destinasi Wisata Lewat Gerakan BISA

Pelaku Pariwisata Pekalongan Optimalkan Destinasi Wisata Lewat Gerakan BISA
* Program Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA). (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comProgram Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) sebagai gerakan perlindungan sosial bagi pekerja dan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif digulirkan secara masif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).

Setelah dilakukan di beberapa wilayah, gerakan BISA akan bergulir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Tepatnya di Pantai Depok Siwalan pada 25 dan 26 Juli 2020 dengan melibatkan para pekerja dan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi destinasi.

Baca juga: Kemenparekraf Selenggarakan Gerakan BISA di Kepulauan Riau

Kegiatan akan diisi dengan kegiatan bersih-bersih, penataan, dan pengecatan kembali serta penyemprotan disinfektan destinasi yang dilakukan dengan selalu memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

Anggota Komisi X  DPR RI Bisri Romly berharap Program BISA ini mampu membangkitkan optimisme masyarakat untuk sama-sama menyambut kembali kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Pekalongan dan sekitarnya pada masa adaptasi kebiasaan baru.

“Sehingga kepercayaan wisatawan dapat terwujud bahwa Pekalongan merupakan destinasi yang aman dan nyaman untuk dikunjungi usai Covid-19,” kata Bisri dalam keterangan tertulis Kemenparekraf, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Kemenparekraf Terbitkan Buku Tentang Protokol Kesehatan di Bidang Hotel dan Restoran

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf R. Kurleni Ukar mengatakan, pelaksanaan program BISA di Pekalongan terselenggara atas kerja sama Kemenparekraf, Komisi X DPR RI, dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Dia mengungkapkan, program BISA ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Joko Widodo untuk gerakan perlindungan sosial bagi pelaku dan usaha parekraf.

“Melalui gerakan padat karya dan memberikan stimulus bagi pelaku usaha sektor parekraf,” kata Kurleni.

Baca juga: Percepat Laju Perekonomian, Kemenparekraf Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi

Program BISA merupakan gerakan padat karya yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di destinasi dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru pascapandemi Covid-19.

“Kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan akan menjadi faktor utama yang dibutuhkan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru nanti, sehingga kesiapan destinasi beserta seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di dalamnya harus benar-benar siap dalam memasuki masa tersebut,” ujarnya.

Kurleni juga mengatakan, Kemenparekraf telah mengeluarkan buku panduan penerapan protokol kesehatan untuk berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Buku panduan tersebut sebagai panduan teknis dari Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020.

Baca juga: Ini Isi Buku Panduan Protokol Kesehatan untuk Hotel dan Restoran yang Diterbitkan Kemenparekraf

Diharapkan masyarakat dapat menjalankan protokol dengan baik bahkan menjadi bagian dalam mengkampanyekan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

“Kami telah menggulirkan Indonesia Care sebagai kampanye nasional pariwisata sebagai simbol dari seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan juga masyarakat, bahwa kami sangat peduli atas kebaikan bersama dalam menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlangsungan lingkungan,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.