Rabu, 12 Agustus 20

Percepat Laju Perekonomian, Kemenparekraf Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi

Percepat Laju Perekonomian, Kemenparekraf Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi
* Salah satu desa wisata di Indonesia. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah menggelar acara Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata untuk meningkatkan kualitas pengelola dan masyarakat di desa wisata bagi dosen perguruan tinggi. Acara ini diselenggarakan pada 9 – 11 Juli 2020.

Baca juga: Kemenparekraf Minta Pelaku Pariwisata Manfaatkan Kebijakan Pemerintah

Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Wisnu Bawa Tarunajaya menjelaskan, program pelatihan bagi pendamping desa wisata merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh Kemenparekraf dalam mempercepat laju perekonomian di sektor pariwisata, tidak hanya berorientasi pada lingkungan perkotaan tetapi juga di pedesaan.

“Program ini diinisiasi karena adanya kebutuhan membangun desa menjadi Desa Wisata sesuai arahan Presiden pada tahun 2017 untuk gerakan mengembangkan desa wisata dengan menggabungkan desa dengan pariwisata untuk membangun ekonomi kerakyatan dan meciptakan ketahanan nasional melalui desa yang mandiri,” kata Wisnu dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Kemenparekraf Siapkan Langkah Pemulihan Sambut Normal Baru di Sektor Pariwisata

Pelatihan pendampingan ini selain sebagai satu bentuk penerapan kebijakan dari pemerintah juga sebagai salah bentuk kepedulian Kemenparekraf untuk mengembangkan desa melalui pendampingan yang terarah, terukur dan dapat dimonitor pergerakannya dengan baik dan mengacu pada konsep keberlanjutan.

Selain itu, Kemenparekraf bekerja sama dengan Kemendes PDTT dan Perguruan Tinggi membuat Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Berbasis Pendampingan untuk mengimplementasikan salah satu peran dari Tridharma perguruan tinggi adalah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

“Program kerja sama sudah dilakukan sejak tahun 2019 yang diikuti oleh sebanyak 55 perguruan tinggi dan tahun 2020 ini diikuti oleh sebanyak 109 Perguruan Tinggi yang menyebar di seluruh provinsi di Indonesia,” kata Wisnu.

Baca juga: Kemenparekraf Ajak Pelaku Pariwisata Ciptakan Ide Baru Hadapi Era New Normal

Sementara itu, Spesialis Pariwisata Vitria Ariani mengatakan Desa Wisata merupakan kelompok swadaya dan swakarsa masyarakat yang dalam aktivitas sosialnya berupaya untuk meningkatkan pemahaman kepariwisataan, serta mensukseskan pembangunan kepariwisataan.

“Desa Wisata dibentuk untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan sebagai pelaku langsung sebagai upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian dalam menyikapi potensi dan daya tarik pariwisata di wilayah mereka,” ujar Vitria.

Untuk diketahui, acara ini dihadiri oleh tiga narasumber yaitu, Spesialis Pariwisata Vitria Ariani, Profesional dalam Organisasi dan Pengembangan SDM Urip Sedyowidodo, serta Dosen Ilmu Komunikasi Riki Arswendi. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.