Sabtu, 11 Juli 20

Kemenparekraf Siapkan Langkah Pemulihan Sambut Normal Baru di Sektor Pariwisata

Kemenparekraf Siapkan Langkah Pemulihan Sambut Normal Baru di Sektor Pariwisata
* Wisatawan mancanegara sedang menyambangi pelaku ekonomi kreatif. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) tengah menyusun upaya dan langkah-langkah pemulihan dalam menyambut kondisi normal baru di sektor pariwisata.

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh mengatakan, pandemi Covid-19 telah membawa semua untuk memasuki era kenormalan baru yang mengisyaratkan masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi ini, khususnya sektor ekonomi kreatif yang menopang perekonomian nasional.

“Pandemi Covid-19 bukan hanya memberikan dampak yang besar kepada sektor pariwisata tetapi juga sektor ekonomi kreatif,” kata Frans dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/6/2020).

Dia menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya memberikan pendampingan pada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memasuki normal baru.

Untuk itu, Kemenparekraf sedang menyiapkan handbook untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sebagai turunan yang lebih detil dari protokol yang telah disusun Kementerian Kesehatan berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Tentunya protokol ini nantinya tidak terbatas pada sektor pariwisata saja,” ucap Frans.

Selain ditujukan untuk hotel, homestay, restoran atau rumah makan, dan daya tarik wisata, protokol ini juga akan menyasar berbagai kegiatan kreatif yang sifatnya crowd-gather seperti gelanggang seni, kegiatan produksi film, TV, dan iklan serta usaha-usaha ekraf lainnya.

Ia juga menjelaskan, setidaknya terdapat tiga kunci terkait protokol normal baru tersebut yaitu terkait kebersihan, kesehatan dan keamanan (Cleanliness, Health, and Safety/CHS).

“Implementasi protocol CHS (Cleanliness, Health, and Safety) penting diimplementasikan oleh para pelaku kuliner di kota Surakarta untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk mau mencicipi ragam kuliner di Kota Surakarta kembali,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.