Sabtu, 11 Juli 20

Menperin Siap Ungkap Strategi Indonesia Masuki Industri 4.0 di WEF 2020

Menperin Siap Ungkap Strategi Indonesia Masuki Industri 4.0 di WEF 2020
* Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dijadwalkan melakukan kunjungan kerja dalam rangka menghadiri Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, pada 20-23 Januari 2020. Menperin akan memberikan gambaran terhadap kesiapan Indonesia memasuki era industri 4.0 dan sekaligus merebut peluang untuk peningkatan investasi di sektor industri.

“Indonesia telah meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 sebagai aspirasi untuk merevitalisasi industri manufaktur di Tanah Air. Inisiatif ini akan memanfaatkan teknologi industri 4.0 dalam perangkat utama produksinya guna memacu daya saing secara lebih efisien,” kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (20/1).

 

Baca juga:

Menperin Agus Gumiwang: Jepang Akan Berinvestasi di Indonesia Rp 40 Triliun

Agus Gumiwang: Industri Masih Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional

Jurus Menperin Agus Gumiwang Dongkrak Daya Saing Industri Nasional

 

Ia menuturkan, selain akan menjadi pembicara pada sejumlah diskusi panel dalam rangkaian kegiatan WEF 2020, dirinya juga bakal melakukan pertemuan dengan para pelaku industri skala global dan Kepala Eksekutif WEF, Klaus Schwab.

“Kami akan turut pula menghadiri acara pembukaan Indonesia Pavilion,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Agus akan menyampaikan komitmen Pemerintah Indonesia dalam upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, khususnya bagi keberlangsungan sektor industri.

“Misalnya dengan kemudahan izin usaha serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal,” jelasnya.

Apalagi pemerintah saat ini memfasilitasi pemberian insentif super deduction tax untuk mendorong pelaku industri agar terlibat dalam pengembangan pendidikan vokasi dan kegiatan litbang.

“Kami berharap peningkatan investasi ini guna memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri, terjadinya transfer teknologi, serta menghasilkan produk substitusi impor sekaligus memacu ekspor,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.