Rabu, 26 Februari 20

Divonis 2 Tahun, Ini Perjalanan Kasus Suap Romahurmuziy

Divonis 2 Tahun, Ini Perjalanan Kasus Suap Romahurmuziy
* Romahurmuziy jalani sidang di Tipikor. (Foto: Kompas)

Jakarta, Obsessionness.com -Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis dua tahun kepada mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Romi. Romi dinyatakan bersalah menerima suap terkait kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama.

“Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan,” ucap Hakim Ketua Fahzal Hendri saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Romi menerima suap dari eks Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin sebesar
Rp325 dan dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik M. Muafaq Wirahadi  Rp91,4 juta.

Putusan vonis kepada Romi lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum. Jaksa Wawan Yunarwanto sebelumnya menuntut Romi 4 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider lima bulan kurungan.

Jaksa juga menuntut pidana tambahan berupa pembayaran uang sebesar Rp46,4 juta. Jaksa pun menuntut pencabutan hak politik Romi selama 5 tahun usai menjalani pidana pokok.

Ulasan kasus Romi

Kasus suap Romi terbongkar ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan pada 15 Maret 2019. Romi terjaring bersama 5 orang lainnya di wilayah Jawa Timur.

Romi lalu ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Maret 2019. Begitu pula terhadap Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin dan Kepala Kantor Kemenag Gresik, Jawa Timur, Muafaq Wirahadi.

Romi menerima suap dari Muafaq dan Haris Hasanudin guna melancarkan proses seleksi jabatan di Kemenag. Muafaq ingin mendapat posisi Kepala Kantor Kemenag Gresik, sementara Haris ingin menjadi Kakanwil Kemenag Jatim.

Mereka menganggap Romi mampu membantu. Terlebih, Menteri Agama saat itu, yakni Lukman Hakim Saifuddin merupakan kader PPP.

Akhirnya Haris berhasil mendapatkan jabatan yang didambakannya. Setelah itu, Muafaq lalu ingin Haris mempertemukannya dengan Romi. Muafaq bermaksud memberikan Rp50 juta kepada Romi.

Sejauh ini, Pengadilan Tipikor telah memvonis Muafaq dan Haris pada 2019 lalu selaku penyuap Romi.

Muafaq Wirahadi divonis 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Vonis tersebut lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa, yang menuntut 2 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Haris Hasanudin divonis 2 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.