Kamis, 12 Desember 19

Menperin Agus Gumiwang: Jepang Akan Berinvestasi di Indonesia Rp 40 Triliun

Menperin Agus Gumiwang: Jepang Akan Berinvestasi di Indonesia Rp 40 Triliun
* Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan sejumlah pelaku industri skala besar di Jepang akan membawa uangnya masuk ke Indonesia mencapai total Rp40 triliun hingga tahun 2023. Komitmen investasi ini menjadi kabar baik yang diharapkan dapat terealisasi dengan cepat, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri.

 

Baca juga:

Agus Gumiwang: Industri Masih Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional

Jurus Menperin Agus Gumiwang Dongkrak Daya Saing Industri Nasional

Genjot Ekspor, Menperin Agus Ingin IKM Batik Tampil di New York Hingga Tokyo

 

“Kami sampaikan bahwa secara garis besar dari hasil pertemuan dengan pelaku industri di Jepang sangat produktif. Sudah ada beberapa komitmen untuk investasi baru dan pengembangan (ekspansi),” kata Menperin melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Kemarin, Senin (18/11), Agus melakukan one on one meeting secara maraton dengan delapan korporasi asal Negeri Sakura di Tokyo, Jepang. Para investor tersebut di antaranya adalah direksi Nippon Steel, Nippon Shokubai, AGC Inc, dan Toyota Group.

Agus menyampaikan, Nippon Shokubai siap melakukan investasi baru sebesar USD200 juta untuk pabrik acrylic acid berkapasitas 100.000 metrik ton. Saat ini, kapasitas produksi pabrik Nippon Shokubai sebesar 140.000 metrik ton sehingga pada November 2021 menjadi 240.000 metrik ton.

Di samping itu PT Asahimas Chemical, anak perusahaan AGC Inc. Jepang, juga akan menggelontorkan dananya senilai Rp1,3 triliun untuk ekspansi pabrik fase ke-7 di Cilegon Banten. Investasi tersebut untuk perluasan pabrik Polivinil Klorida (PVC) fase ke-7 dengan kapasitas 200.000 metrik ton per tahun. Pabrik ini ditargetkan rampung dan komersialisasi pada semester I tahun 2021.

Pasokan Bahan Baku

Agus menyampaikan, pihak Asahi sempat mempertanyakan pasokan bahan baku untuk mendukung proses industrinya di Indonesia. Mengenai hal tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) selaku pembina sektor manufaktur akan menjaga kelancaran pasokan bahan baku untuk industri, termasuk kebutuhan garam.

“Soal keberlanjutan bahan baku garam, kami sudah berikan komitmen untuk hal itu. Jadi berapa pun yang dibutuhkan industri, itu akan kami berikan kemudahan. Dengan catatan belum tersedia di dalam negeri,” ujar Agus. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.