Rabu, 7 Desember 22

Mengenang Lima Tahun Aksi Bela Islam 212 Melawan Ahok

Mengenang Lima Tahun Aksi Bela Islam 212 Melawan Ahok
* Jutaan peserta Aksi Bela Islam III dari berbagai daerah memadati Monas, Jakarta Pusat, dan sekitarnya, Jumat (2/12/2016). Aksi ini populer dengan sebutan Aksi 212. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Rizieq mengatakan, sejak awal aparat dan pemerintah berusaha ‘menggembosi’ aksi Bela Islam III dengan berbagai cara. Namun ternyata yang menghadiri aksi ini bukan hanya banyak, namun berlipat ganda dibandingkan dengan aksi Bela Islam II pada 4 November lalu. Ia mengklaim jumlah massa pada 2 Desember mencapai 7,5 juta jiwa.

“Diperkirakan peserta aksi 411, aksi Bela Islam yang kedua, yang turun adalah 3,2 juta orang. Sementara aksi 212, itu disepakati jumlahnya dengan Google Map, foto dari atas, itu lebih dari dua kali lipat. Kalau yang 411 perkiraan 3,2 juta itu dengan asumsi yang menggunakan kendaraan umum khususnya kereta api, karena dalam info yang kita terima dari PT Kereta Api Indonesia, bahwa kegiatan sehari-hari kereta api di seputar Jakarta, membawa pekerja masuk Jakarta setiap hari kurang lebih 750 ribu orang. Khusus 4 November, itu yang masuk meningkat 400 persen. Artinya 750 ribu kali 4 sama dengan 3 juta. Yang 750 ribu adalah pekerja, yang 2 juta 250 ribu adalah peserta aksi. Itu belum yang naik bis, yang naik mobil pribadi, taksi, motor. Makanya diperkirakan 3,2 juta orang, artinya hitungan itu logis dan ilmiah,” kata Rizieq.

“Sementara aksi 212 kemarin itu dari hasil foto Google Maps dan lain sebagainya, itu menunjukkan kepadatan lebih dari 2 kali lipat yang 411. Berarti kalau 3,2 dua kali lipatnya 7,4 lebih dari itu diperkirakan 7,5 juta orang,” sambung Rizieq.

Dia mengungkapkan banyaknya jumlah massa yang mengikuti acara ini semata-mata karena pertolongan dan kehendak Allah SWT.

Dia juga menyoroti soal massa yang membludak hingga ke jalan-jalan protokol. Dia menyebut peristiwa itu merupakan kehendak Allah SWT.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.