Rabu, 17 Juli 19

Mencari Bukti Klaim Kemenangan Prabowo

Mencari Bukti Klaim Kemenangan Prabowo
* Prabowo Subianto deklrasi kemenangan. (Foto: Solopos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ada dua sudut pandang yang berbeda dari dua kelompok besar dalam Pilpres 2019 ini. Pesta demokrasi terbesar di Indonesia bahkan dunia itu telah berakhir. Namun itensitas ketegangan politik masih terus meningkat. Pasalnya kedua kubu dari pasangan capres-cawapres merasa dirinya menang.

 

Baca juga:

Komunikasi Melalui Handpone, Ini Isi Percakapan Luhut dengan Prabowo

Dapat 148 Suara di TPS Depok, di KPU Suara Prabowo Ditulis 3 Suara

Jokowi-Prabowo Akan Gelar Rekonsiliasi Usai Lebaran

 

Jika kemenangan pasangan capres-cawapres nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin didasarkan pada hasil quick count oleh lembaga survei yang kredibel dan sudah terdaftar di KPU. Sementara kemenangan Prabowo didasarkan pada hitungan real count internal per TPS. Kubu Prabowo mengklaim kemenangan mencapai suara 63%.

“Ya, dasar deklarasi kemenangan Pak Prabowo itu bukan berdasarkan quick count, tapi berdasarkan data real count,” kata Andre,” ujar Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, di program ‘Kabar Petang’ tvOne, Sabtu (20/4/2019), yang sudah diunggah di youtobe.

Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Lukman Edy, meragukan klaim kemenangan Prabowo yang disebut menang dengan total presentase 63% suara. Ia menyebut, BPN hanya mengambil sampel TPS yang hasil penghitungannya dimenangkan pasangan 02 menang, bukan secara keseluruhan.

 

Baca juga:

Real Count KPU, Jokowi Ungguli Prabowo

Jokowi Ingin Bertemu dengan Prabowo

Ini Alasan Nama Utusan Jokowi Temui Prabowo Dirahasiakan

 

Keanehan itu Kata Lukman, terlihat dari data BPN yang menyatakan Prabowo-Sandi unggul di Lampung dan DKI Jakarta. Hal itu, berbeda dengan hasil quick count sejumlah lembaga survei yang menyatakan Jokowi-Ma’ruf unggul di sana.

Lukman mengatakan, data BPN yang ia peroleh, suara Jokowi-Ma’ruf di Lampung sebesar 40,91 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 59,09 persen. Setelah ia telusuri, ternyata hanya data dari 30 TPS yang dimasukkan.

Sementara itu, di data BPN pula, suara Jokowi-Ma’ruf di Jakarta ditulis lebih kecil daripada Prabowo-Sandi. Padahal, kata Lukman, berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Jokowi-Ma’ruf unggul.

“Sementara pihak sebelah menyatakan menang di Jakarta. Setelah kami lihat hanya 300 TPS yang dimasukkan. Sekali lagi ini kebohongan kedua,” ujar Lukman.

Meski begitu, pihak BPN tetap membantah kemenangan Prabowo diambil dari sejumlah TPS saja. BPN memastikan bahwa kemenangan itu diambil dari data formulir C1 dari seluruh TPS tanpa melihat basis pendukung terbanyak. Namun saat ditanya lebih lanjut soal bukti kongkret, mereka mengelak.

 

Baca juga:

Keunggulan Prabowo di Web KPU Belum Final

Jokowi Minta Pendukungnya Tunggu Hasil KPU, Prabowo Minta Tenang

Prabowo: Kalau ada Kericuhan Itu Bukan dari Kami

 

“Kita pastikan bahwa memang kami mengumpulkan C1 dari seluruh TPS. Kami tidak memilih yang beda karena pemilu berlangsung di 800.000 TPS. Jadi kita ambil datanya semua,” kata Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Mursyidan Baldan.

Selain klaim kemenangan didasarkan pada hasil hitungan real count internal, BPN juga mengklaim kemenangan berdasarkan perhitungan situs Jurdil 2019 yang kini sudah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Berdsarkan data quick count dari situ jurdil 2019, Prabowo-Sandiaga unggul dari Jokowi-Ma’ruf. Prabowo-Sandiaga mendapat perolehan suara 58,1 persen sementara Jokowi-Ma’ruf hanya 39,5 persen. Kemudian untuk suara tidak sah jumlahnya mencapai 2,4 persen. Data itu diambil dari 1.575 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 34 provinsi per 18 April 2019 pukul 15.20 WIB,

Jurdil2019 memang berkantor di bangunan berlantai tiga yang terletak di Jalan Tebet Dalam IV. Bangunan berwarna putih itu merupakan milik mantan Menko Maritim Rizal Ramli, yang kini berada dipihak BPN. Rumah itu sampai saat ini menjadi lokasi tabulasi penghitungan suara Pilpres 2019 berbasis lembar C1.

Beberapa hari lalu, situs Jurdil2019.org diblokir. Mereka dianggap telah menyalahgunakan izin yang diberikan. Pasalnya, izin yang diberikan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kepada Jurdil2019 adalah sebagai pemantau pemilu, namun Jurdil2019 melaporkan hitung cepat (quick count) dan real count. Hasil tabulasi versi mereka kemudian di-upload di situs mereka Jurdil2019.org.

Diketahui, BPN juga menyatakan melakukan tabulasi hasil rekap C1 dari ribuan TPS di seluruh Indonesia. Data tabulasi tersebutlah yang sampai saat ini menjadi pegangan Prabowo unggul dan bakal menjadi Presiden RI 2019-2024.

Karena data tabulasi BPN itu pulalah Prabowo melakukan sujud syukur di hadapan para pendukung yang berkumpul di rumahnya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Klaim kemenangan itu bahkan dirayakan hingga tiga kali. Namun saat ditanya lokasi tabulasi di mana, mereka bungkam dan mengelak. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.