Rabu, 5 Oktober 22

Mayjen TNI (Purn) Sardan Marbun, Staf Khusus Presiden Kesayangan SBY

Mayjen TNI (Purn) Sardan Marbun, Staf Khusus Presiden Kesayangan SBY
* Mayjen TNI (Purn) Sardan Marbun. (Foto: FB Sardan Marbun)

Obsessionnews.com – Penampilannya gagah dan tegas. Seperti umumnya orang Batak dia pun tak suka basa-basi. Dia berbicara apa adanya. Dia dikenal sebagai pekerja keras, dan tak pernah bosan memotivasi anak buahnya untuk maju. Dialah Sardan Marbun, Staf Khusus Presiden di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode 2004 – 2014.

 

Baca juga:

Mengenal Kiprah Staf Khusus Presiden SBY. Bagaimana di Era Jokowi?

AHY Sampaikan Kabar Gembira! Operasi Berjalan Lancar, SBY dalam Kondisi Stabil

 

Pria yang akrab disapa Marbun ini adalah senior SBY. Marbun lulusan Akabri tahun 1971, sedangkan SBY lulusan tahun 1973. Sama-sama alumni Akabri namun berbeda nasib. SBY berhasil menjadi jenderal bintang empat, sedangkan Marbun pensiun dengan pangkat terakhir mayor jenderal alias jenderal bintang dua. Marbun antara lain pernah dinas di Badan Intelijen Mabes TNI Angkatan Darat.

Setelah pensiun dari dunia militer, Marbun aktif di Sekoci, salah satu organ tim sukses SBY–Jusuf Kalla (JK) untuk Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2004. Marbun salah seorang tokoh penting yang merancang strategi pemenangan tim sukses SBY-JK. Dalam Pilpres 2004 yang pertama kali langsung dipilih rakyat itu SBY-JK mengungguli Megawati Soekarnoputeri-KH Hasyim Muzadi, Wiranto-Sholahuddin Wahid, Amien Rais-Siswono Yudhohusodo, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

 

 

Atas kerja kerasnya tersebut Marbun direkrut menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Hukum dan Pemberantasan KKN periode 2004-2008. Jabatannya kemudian berubah menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Pemberantasan KKN periode 2008-2009. Tugasnya mengelola pengaduan masyarakat kepada Presiden SBY melalui SMS ke SMS 9949. Selain itu, SBY juga membuka kotak pengaduan untuk masyarakat melalui surat ke PO BOX 9949 JKT 10000.

Tugas lain yang diberikan SBY kepada Marbun adalah mengelola tabloid Sambung Hati 9949 yang memuat tindak lanjut pengaduan masyarakat melalui SMS dan surat kepada SBY. Di samping itu tabloid ini juga menyosialisasikan program-program pemerintah. Sambung Hati 9949 terbit pertama kali pada Agustus 2007. Semula terbit sebulan sekali, lalu sejak Mei 2008 hingga Oktober 2009 terbit seminggu sekali.

Marbun juga mendapat tugas menerbitkan buku yang berisi sosialisasi program pemerintah, dan tugas-tugas lain.

Angka 9949 di belakang SMS, PO BOX, dan tabloid mengambil dari tanggal lahir SBY, yakni 9-9-1949.

 

 

Pada Pilpres 2009 Sardan Marbun kembali dipercaya menjadi anggota tim sukses SBY. Kali ini SBY berduet dengan Boediono. SBY-Boediono berhasil mengalahkan Megawati Soekarnoputeri-Prabowo Subianto, dan JK-Wiranto.

Terpilihnya kembali SBY menjadi presiden untuk kedua kali membawa berkah bagi Marbun. SBY kembali mempercayainya sebagai Staf Khusus Presiden. Kali ini Marbun menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sosial. Tugasnya sama seperti periode sebelumnya, yakni mengelola SMS 9949, PO BOX 9949, buku, tabloid, dan lain-lain. Dalam periode kedua kepemimpinan SBY, tabloid berganti nama menjadi Bertindak Untuk Rakyat.

Marbun salah seorang kesayangan SBY. SBY tak hanya membernyai jabatan sebagai Staf Khusus Presiden, tapi juga mempercayainya menjadi salah satu komisaris PT Perkebunan Nusantara III (Persero).

Marbun loyal pada SBY, dan tugasnya berakhir bersamaan berakhirnya tugas SBY pada 20 Oktober 2014.

Pulang Berobat dari AS Langsung Bekerja
Sebagai mantan tentara Marbun dikenal keras mendidik anak buahnya. Dia tak mau ada anak buahnya yang lambat bekerja dan cengeng. Dia menegur anak buahnya yang tak disiplin.

Tahun 2008 Marbun menjalani operasi tulang punggung di Amerika Serikat (AS) sekitar dua minggu. Setelah dioperasi dia kembali ke tanah air. Dari Bandara Soekarno-Hatta dia bukannya langsung pulang ke rumahnya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, tapi langsung ke Istana Presiden! Dia berjalan dengan tertatih-tatih dan tangan gemetaran. Dia tak mau dituntun. Dia langsung bekerja beberapa jam, lalu pulang.

Keesokan harinya dia datang pagi dengan kondisi fisik yang lemah dan wajah pucat. Namun, dia bersemangat bekerja, termasuk menghadiri rapat dengan Presiden SBY.

Meninggal Dunia di RSPAD Gatot Subroto
Sardan Marbun dilahirkan pada tahun 1948. Di usianya yang senja, 74 tahun, ia jatuh sakit. Pembuluh darah di kepalanya pecah. Ia beberapa kaki menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Terakhir masuk RSPAD Gatot Subroto, Senin (29/5/2022). Marbun mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (1/6) pukul 01.45 WIB.

 

Seorang kerabat Marbun, Sahat, mengatakan kepada obsessionnews.com, Kamis (2/7), Marbun akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, besok Jumat. (arh)

Related posts

1 Comment

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.