Rabu, 17 Agustus 22

Indarto Pamoengkas Mewujudkan Industri Pertahanan Nasional yang Maju dan Berdaya Saing

Indarto Pamoengkas Mewujudkan Industri Pertahanan Nasional yang Maju dan Berdaya Saing
* Direktur Keuangan dan SDM PT Len Industri (Persero) Indarto Pamoengkas. (Foto: Edwin B/obsessionnews)

Obsessionnews.com – PT Len Industri (Persero) telah mengenalkan produk terbarunya kepada masyarakat. Setidaknya ada lima produk unggulan yang diluncurkan. Salah satunya Communication Tactical Data Link (CTDLS).

“Kami memiliki produk dan sistem unggulan, antara lain Communication Tactical Data Link (CTDLS), radio taktikal, combat system kapal perang, mission system drone, sistem informasi intelijen, yang telah digunakan oleh TNI maupun yang masih dalam pengembangan,” ujar Direktur Keuangan dan SDM PT Len Industri (Persero) Indarto Pamoengkas dikutip dari Majalah Men’s Obsession edisi CFO Tangguh 2022, Kamis (2/5/2022).

Pria yang pernah menjabat sebagai Senior Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini menuturkan kisahnya saat ditunjuk menjadi Direktur Keuangan dan SDM PT Len Industri.

“Jujur terkejut karena industri pertahanan adalah bidang yang saya belum banyak tahu. Sebelumnya, saya di PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) yang targetnya adalah ketahanan pangan. Sementara, di Holding Industri Pertahanan targetnya adalah ketahanan negara. Saya harus cepat beradaptasi,” imbuhnya.

Tantangan kian besar karena tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang berdampak luas terhadap krisis kesehatan dan ekonomi global. “Ini tidak mudah, karena sebelum terjadi pandemi PT Len Industri sudah menghadapi masalah keuangan. Kondisi operasional tidak sehat, ada berbagai macam instrumen keuangan yang akan jatuh tempo dan terancam gagal bayar,” ungkap Indarto.

Dari sisi sales juga mengalami penurunan, hal ini diperparah karena beberapa negara menerapkan kebijakan lockdown. “Sehingga berdampak kepada kecepatan kami menyajikan produkproduk pesanan kepada customer. Selain itu, pandemi juga menghambat penyelesaian proyek-proyek yang kami terima,” urainya.

Menjawab tantangan tersebut, Indarto pun meramu jurus jitu agar kinerja perusahaan tetap positif di tengah krisis dan keamanan karyawan tetap terjaga. Selain menerapkan work from home dengan memanfaatkan teknologi digital agar mempercepat proses pengiriman produk kepada customer.

“Kami juga melakukan efisiensi anggaran. Beberapa biaya kami rem, di antaranya meminimalkan perjalanan dinas dan training. Kami juga mendatangi kreditur untuk mengajukan relaksasi kredit atau penundaan kewajiban pembayaran. Alhamdulillah, upaya ini membuahkan hasil, sehingga pada 2021 PT Len Industri dapat keluar dari krisis bahkan kami membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun. Sedangkan pada 2020 hanya Rp3,04 triliun. Laba perusahaan pada tahun 2021 juga tumbuh menjadi Rp48,6 miliar dari sebelumnya mengalami kerugian di atas Rp300 miliar selama 2 tahun berturutturut,” terangnya.

Indarto menambahkan, 2022 menjadi tonggak sejarah bagi pihaknya lantaran ditunjuk menjadi induk dari Holding BUMN Industri Pertahanan atau Defend ID. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah antara PT Len Industri (Persero) dengan 4 anggota holding, yakni PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dahana di Kementerian BUMN pada bulan Maret lalu.

“Dengan demikian, Kementerian BUMN telah resmi mengalihkan saham 4 BUMN Industri Pertahanan kepada kami,” imbuh Indarto.

Pembentukan Defend ID, sambungnya, akan membawa manfaat bagi seluruh anggota holding, terutama dalam meningkatkan kemampuan finansial serta akses terhadap pendanaan. Holding BUMN Industri Pertahanan juga diyakini dapat memperluas pasar industri pertahanan ke skala regional dan internasional, termasuk meningkatkan bargaining power dalam kerja sama alih teknologi dengan mitra asing.

Sementara, tujuan jangka panjang holding ini adalah menciptakan kemandirian dalam pemenuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) TNI dan Polri. Selain itu, mengintegrasikan industri pendukung C5ISR dan energetic material, pengembangan supply chain, serta mendukung program prioritas pemerintah.

“Dengan adanya holding ini, kinerja kami akan lebih solid dan mencapai target secara efisien. Di direktorat yang saya pimpin akan melakukan integrasi keuangan secara menyeluruh. Semua kebijakan akan diseragamkan. Dari sisi SDM agar terciptanya efisiensi, pola recruitment, karier, penggajian, dan sebagainya akan tersentralisasi. Begitu pun dengan supply chain akan dilakukan bersama agar lebih ekonomis,” papar Indarto.

Ia berharap kinerja PT Len Industri pada 2022 ini tetap terjaga positif. “Kami bersyukur di era pandemi kami dapat menerobos pasar mancanegara. Kami melalui anak perusahaan PT LEN Railway Systems (LRS) telah menandatangani kontrak bersama Philippines National Railways dengan nilai sekitar Rp164 miliar. Tak hanya itu, belum lama ini kami juga bekerja sama dengan perusahaan Prancis, Thales, untuk memproduksi 13 unit Radar Ground Controlled Interception (GCI). Radar GCI merupakan salah satu alutsista utama yang fungsinya dapat diibaratkan sebagai ‘mata’ pertahanan,” terangnya.

Menutup pembicaraan, Indarto menuturkan legacy yang akan ditinggalkan di PT Len Industri, yakni menjadikan perusahaan ini sebagai garda terdepan dalam pengembangan teknologi digital, dan berperan sebagai lokomotif perkembangan teknologi digital bagi Bangsa Indonesia. Di samping itu juga menempatkan manajemen risiko, good corporate governance, serta menjadikan budaya AKHLAK sebagai denyut nadi seluruh insan di Defend ID.

“Saya juga menargetkan untuk menelurkan SDM unggul di berbagai bidang, khususnya teknologi, agar Len Industri menjadi source of talent bagi BUMN maupun bagi Indonesia,” pungkasnya. (Gia/MO/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.