Minggu, 25 Agustus 19

Kemenpar Dorong Generasi Milenial Terlibat di Industri Pariwisata

Kemenpar Dorong Generasi Milenial Terlibat di Industri Pariwisata
* Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi keynote speech dalam acara Millenial Tourism Corner di Upnormal Coffee Roster Jakarta, Selasa (14/5/2019). (Foto: FB Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Generasi milenial memiliki potensi besar untuk memajukan industri pariwisata. Dan potensi mereka tersebut mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Millenial Tourism Corner merupakan sebuah program unggulan Tim Percepatan Pengembangan Millenial Tourism Kemenpar sebagai sarana pendorong minat generasi milenial dalam keterlibatan di industri pariwisata.

 

Baca juga:

Arief Yahya Ajak Kaum Milenial Ikuti Lomba Foto Pesona Mudik 2019

GBN 2019, Target Pembelajaran Generasi Milenial tentang Batik

BRI SiMuda dan BRImo Berikan Layanan Terbaik kepada Generasi Milenial

 

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama dengan narasumber lain, yakni Ketua Tim Percepatan Millenial Kemenpar Gabriella Patricia Mandolang, Co-Founder Tiket.com Gaery Undarsa, Ketua Dewan Pariwisata Rumah Millennial Marsya Gusman dan Facebook Indonesia Noudhy Valdryno menjadi keynote speech dalam acara tersebut di Upnormal Coffee Roster Jakarta, Selasa (14/5/2019).

 

Baca juga:

Menteri Pariwisata Undang Wisman Mediterania Timur Kunjungi Indonesia

Aplikasi OSS Permudah Investor Pariwisata

Gaet Investor Pariwisata Melalui Aplikasi OSS

 

Arief menjelaskan mengenai perkembangan pariwisata Indonesia di tengah kemajuan teknologi informasi. Ia juga memberikan inspirasi kepada generasi milenial untuk turut serta membantu program pemerintah melalui platform digital.

“Wisatawan milenial memiliki power karena mereka besar dan aktif di dunia maya, tapi belum dilayani dengan baik. Hal inilah yang akan dilakukan Kemenpar, yakni memfasilitasi kesediaan pariwisata terbaik bagi kaum milenial,” kata Arief dalam acara itu seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kemenpar.

Menurutnya, zaman sekarang perilaku wisatawan sudah sangat digital, sudah banyak millennials travellers yang mempunyai followers besar dan digandrungi oleh para generasi milenial lainnya atau generasi yang biasa disebut generasi Z. Sekitar 70% travellers melakukan search dan share melalui platform digital, sehingga lebih dari 50% inbound travellers yang datang ke Indonesia adalah kaum milenial. Media sosial itu sudah seperti kebutuhan mereka, karena milenial itu ingin diakui (esteem meeds).

“Milenial adalah masa depan pariwisata Indonesia. Who wins the future, wins the game,” tegas Arief.

Ia menambahkan ini adalah implementasi kebijakan Kemenpar yang serba digital melalui Tourism 4.0.

“Saat ini semua serba digital, hingga muncul istilah Tourism 4.0. Ini adalah pariwisata untuk milenial (millennial tourism) yang memang seluruh aspek hidupnya sudah tergantung pada digital. Poin saya milenial menuntut adanya digital experience dari setiap titik di dalam consumer journey mereka,” pungkasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.