Rabu, 29 September 21

Jokowi Ancam Pecat Direksi, Eselon Hingga Menteri

Jokowi Ancam Pecat Direksi, Eselon Hingga Menteri

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Jokowi masih melakukan ivestigasi terhadap pihak yang membuat lamanya dwelling time (bongkar muat peti kemas) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jika terbukti ada unsur kesengajaan, tidak hanya pejabat bawahan, menteri pun akan ia pecat.

“Saya sudah ngomong, kalau dicopot, ya dicopot. Semua sudah saya sampaikan. Di lapangan dirjen, maupun menterinya juga kalau tidak bisa melayani dengan cepat,” ujar Presiden usai buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Jokowi dibuat kesal ketika turun ke lapangan dia menemukan lambatnya waktu tunggu kapal bongkar muat yang memakan waktu hingga 5,5 hari. Apabila sistem tersebut tidak segera dirubah maka Presiden tidak akan ragu untuk melakukan pergantian pejabat.

“Karena di situ ada ketidak evisienan Rp 780 triliun hitungan yang saya terima. Karena Loading bongkar muat, kelamaan karena hal-hal yang berupa dokumen, demolish, kapal berenti di situ . Ini biaya, semua itu meninggikan biaya logistik maupun biaya transportasi,” jelas presiden.

Sebelumnya, Jokowi marah besar saat meninjau Pelabuhan Tanjung Priok. Kemarahannya dipicu terkait lamanya waktu bongkar di Pelabuhan Tanjung Priok. Kemarahan itu dimulai ketika semua yang mendampinginya pada saat sidak, seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Jorge Lino, dan seorang pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan tak mampu memberikan jawaban yang memuaskan.

Pada saat berada di ruang pantauan terpadu, Indroyono memaparkan mengenai waktu tunggu dan bongkar muat barang atau dwelling time kepada Jokowi. Ternyata dwelling time itu sangat lama. Sehingga Jokowi menanyakan apa yang membuat dwelling timenya sangat lama.

“Jadi yang menyebabkan paling lama itu instansinya apa?” tanya Jokowi.

Namun, Indroyono memberikan jawaban yang tak diharapkan. Di mana, dia justru menyalahkan pengusaha yang kerap tidak memiliki izin ketika mereka membawa barang yang berbahaya. Jokowi kembali bertanya, instansi apa yang pengurusan izinnya paling lama.

“Pasti ada yang paling lama, enggak percaya saya, instansi mana itu yang paling lama, itu yang saya kejar. Coba cek,” kata Jokowi.

Tapi, jawaban kembali tak didapatkan oleh Jokowi. Salah seorang pejabat bea cukai justru menjelaskan bahwa ada kapal yang meminta izin bongkar pada tanggal 13 Mei. Tetapi dia harus izin terlebih dahulu pada tanggal 25 Mei, sehingga antara barang turun dan izin memakan waktu 12 hari.

“Itu yang kasus, yang rutin biasa barang-barang umum pasti ada yang paling lama urus di sebelah mana. Dibuka saja,” kata Jokowi kembali bertanya.

Jokowi sudah menanyakan hal yang sama sebanyak delapan kali. Namun jawaban tak kunjung dia dapatkan. Hal ini yang membuat dia marah besar dan tiba-tiba mengajak kementerian/lembaga terkait itu untuk rapat mendadak di kantor Pelindo II. Atas temuan ini, Jokowi memberikan waktu lagi kepada mereka untuk memperbaiki dwelling time.

“Nanti semuanya akan saya cek di lapangan dengan cara saya sendiri,” ujar Jokowi mengancam. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.