Sabtu, 14 Desember 19

Jokowi Akan Ganti Investor yang Tak Bangun Infrastruktur Pariwisata Danau Toba

Jokowi Akan Ganti Investor yang Tak Bangun Infrastruktur Pariwisata Danau Toba
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja ke The Kaldera, "Toba Nomadic Escape", yang berada di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, Selasa (30/7/2019). (Sumber foto: kemenpar.go.id)

Tobasa, Obsessionnews.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar pembangunan infrastruktur pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), dapat dimulai sesegera mungkin.

Jokowi bahkan menegaskan akan mengganti para investor yang tidak berkomitmen untuk membangun infrastruktur di kawasan Danau Toba.

 

Baca juga:

Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Danau Toba Ditargetkan Rampung 2020

Kucurkan Rp 3,5 T dari APBN, Jokowi Ingin Angkat Danau Toba Jadi Destinasi Wisata Berkelas

Sigale Gale Carnival 2019 Efektif Promosikan Danau Toba

 

Jokowi menyampaikan hal tersebut ketika melakukan kunjungan kerja ke The Kaldera, “Toba Nomadic Escape”, di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumut, kemarin Selasa (30/7/2019).

Jokowi mengatakan jika lahan seluas 386 hektare yang dikelola Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) harus segera dimulai pengembangan infrastruktur baik yang dikelola pemerintah ataupun swasta.

“Kalau pembangunannya sudah mulai dan investor tidak memulai pembangunan juga, saya minta distop dan diganti. Saya sekarang harus tegas. Kalau tidak, kapan untuk mulai. Tempat yang sangat bagus begini gampang kok dicari investor,” ujar Jokowi seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers Kementerian Pariwisata, Selasa.

Kepala Negara juga mengatakan, pembangunan infrastruktur di lahan BOPDT nantinya akan dilengkapai beberapa amenitas dan fasilitas hotel berbintang dan didukung dengan atraksi lainnya.

“Akan ada hotel bintang 4 dan 5, resort juga ada, kemudian padang golf juga ada, tapi yang jelas ini untuk MICE, atraksi wisatanya juga komplit. Ada wisata air, alam, air terjun, hingga wisata religi,” tandasnya.

Pembangunan kawasan otorita sendiri nantinya akan berdampak bagi perekonomian masyarakat sekitar dan membuka lapangan pekerjaan. Sehingga dampak pembangunan sektor pariwisata bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Sayur masuk hotel, buah masuk hotel, singkong masuk hotel, kentang juga masuk hotel, lapangan kerja terbuka, kerajinan di sini banyak sekali, mulai dari tenun, ulos, kopi-nya enggak usah dijual keluar, dipakai di sini juga,” tutur Jokowi.

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.