Rabu, 7 Desember 22

Investor Akan Bangun Fasilitas Danau Toba

Investor Akan Bangun Fasilitas Danau Toba
* Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com -Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019. Untuk mencapai target tersebut pemerintah gencar mempromosikan objek-objek wisata unggulan di berbagai daerah. Juga mempromosikan aneka ragam event kesenian, kebudayaan, dan lain sebagainya.

Selain itu pemerintah juga mengembangkan fasilitas dan infrastruktur pendukung pariwisata.

Salah satu di antaranya adalah Pemerintah mengembangkan fasilitas dan infrastruktur pendukung pariwisata di kawasan Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Pemerintah memastikan pengembangan fasilitas dan infrastruktur di salah satu destinasi super prioritas tersebut telah berjalan dengan lancar.

Rencana pengembangan kawasan Danau Toba tersebut ditindaklanjuti dengan rapat yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Hadir dalam rapat tersebut Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizky Ratman, Ketua Tim Percepatan Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah, Kepala Badan Otorita Pariwisata Danau Toba Arie Prasetyo, Bupati Toba Samosir, serta Kadispar Provinsi Sumatera Utara.

Keterangan tertulis Kementerian Pariwisata, Sabtu (11/5), menyebutkan dalam rapat tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, melalui rapat tersebut telah disepakati beberapa hal. Di antaranya investasi yang telah ditandatangani pada 12 Oktober 2018 sudah ditindaklanjuti dengan pemetaan dan perencanaan implementasi di lapangan.

“Dengan adanya kerja sama ini, para investor akan mulai melakukan pengembangan dengan membangun fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata,” kata Arief.

Beberapa infrastruktur dan akomodasi yang dikembangkan, lanjutnya, antara lain hotel dan resort berstandar internasional. Selain itu MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), agro-forestry, pertanian organik, wisata desa, pendidikan tentang pariwisata, dan pemberdayaan sosial ekonomi yang memungkinkan masyarakat di kawasan pariwisata Danau Toba dan sekitarnya menjadi lebih sejahtera.

“Ground breaking investasi tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 28 September 2019, bertepatan sehari setelah Hari Pariwisata Internasional,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.