Selasa, 10 Desember 19

Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Danau Toba Ditargetkan Rampung 2020

Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Danau Toba Ditargetkan Rampung 2020
* Menteri Pariwisata saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau Sipinsur Geosite di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut, Senin, 29 Juli 2019. (Foto: BPMI Setpres/Kris)

Medan, Obsessionnews.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan target percepatan infrastruktur untuk pariwisata Danau Toba setelah mendapat dana tambahan sebesar Rp 2,2 triliun. Menurutnya, percepatan infrastruktur dan utilities untuk pariwisata ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) rampung pada tahun 2020.

Pernyataan itu diungkapkan Menpar Arief Yahya pada acara makan malam di rumah dinas Bupati Toba Samosir Tobasa Darwin Siagian. Selain Darwin, hadir juga Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dan Kadispar Kabupaten Samosir Daulat Nainggolan, Mittar Manurung, Kadis LH Toba Samosir serta Marandus Sirait, dan Kordinator Taman Eden 100.

“Anggaran ini terbesar dibandingkan tiga Destinasi Super Prioritas lain. Selain untuk percepatan infrastruktur untuk pariwisata, juga untuk program prioritas dalam pengembangan 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) di Danau Toba,” ujar Arief dalam keterangannya, Senin (29/7/2019).

Menurut Arief, aplikasi dari atraksi adalah sedang dibangunnya aplikasi UNESCO Global Geopark (UGG). Arief mengatakan akan dibangunnya 16 Geosite yang tersebar di seluruh kabupaten di sekitar Danau Toba dan dikembangkan yang mengarah pada standar kualifikasi sertifikasi UGG.

Sementara untuk aksesibilitas, Arief menjelaskan bahwa akan ada peningkatan kapasitas pengunjung melalui bandara. Jika dulu bandara hanya dibangun untuk 100.000 kunjungan per tahun, maka melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, ia meminta agar kapasitas ditingkatkan menjadi 500.000 per tahun.

“Target kunjungan wisman Danau Toba dan Provinsi Sumut ditetapkan sebesar satu juta Wisman. Pada tahun 2018 jumlah pengunjung Silangit sendiri sudah mencapai 420.000 dan diproyeksikan segera tembus ke 500.000 di tahun 2019,” ucap Arief.

Selain aksesibilitas udara, aksesibilitas laut juga terus dikembangkan. Menurut Arief, saat ini Kementerian Perhubungan sudah membangun empat dermaga dan didukung dengan dua kapal penyebrangan. Satu kapal sudah beroperasi yaitu KMP Ihan Batak, sementara satu lainnya direncanakan mulai beroperasi tahun ini.

“Sedangkan tol akan dilanjutkan sampai Tebing Tinggi, Siantar, Parapat, dan Tapanuli Tengah,” kata Arief.

Lanjut Arief, terkait amenitas, groundbreaking hotel dan resort di area Danau Toba akan dilakukan di bulan September 2019. Menurut Arief, pembangungan hotel dan resort ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 7 triliun.

Arief juga menambahkan bahwa rata-rata pertumbuhan PAD di delapan kabupaten sekitar Danau Toba adalah sebesar 79% akibat tumbuhnya sektor Pariwisata. Hal ini membuktikan pariwisata relatif lebih mudah, murah, dan cepat untuk menghasilkan devisa dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Saya berharap para bupati di sekitar Danau Toba kompak untuk pengembangan pariwisata dengan semangat Bersatu untuk Danau Toba,” pungkas Arief. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.