Minggu, 25 Agustus 19

Sigale Gale Carnival 2019 Efektif Promosikan Danau Toba

Sigale Gale Carnival 2019 Efektif Promosikan Danau Toba
* Keunikan budaya masyarakat Batak dipromosikan kepada wisatawan melalui ajang Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir, Sumatera Utara (Sumut). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Keunikan budaya masyarakat Batak dipromosikan kepada wisatawan melalui ajang Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir, Sumatera Utara (Sumut).

Karnaval yang mengangkat tema The BeaSamosiruty of Ulos Parade tersebut diharapkan bisa memperkaya atraksi wisata di wilayah Danau Toba dan sekitarnya.

 

Baca juga:

Investor Akan Bangun Fasilitas Danau Toba

Kemenpar Undang Investor Garap Danau Toba dan Samosir

Tiket Pesawat Mahal Menjadi Sebab Wisatawan Danau Toba Menurun

 

Ketua Pelaksana Calendar of Event (CoE) 2019 Kemenpar Esthy Reko Astuti di Jakarta, Minggu (9/6/2019),  mengatakan, selama ini sigale-gale menjadi identitas budaya masyarakat Samosir.

“Kemasyuran namanya patut menjadi sebuah simbol kebesaran budaya Batak Samosir,” katanya.

Terlebih karnaval ini juga selalu mengangkat kain ulos yang juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari budaya Batak.

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata,  Senin (10/6), karnaval ini pun menampilkan patung sigale-gale raksasa. Meski berukuran besar, patung ini pun mampu menari mengikuti irama gondang. Puluhan peserta fashion show juga ikut meramaikan karnaval tersebut.

“Kekayaan budaya menjadi sebuah atraksi yang mampu menarik wisatawan. Apalagi karnaval ini dikemas bersamaan saat momen libur Lebaran. Dengan itu nuansa libur Lebaran makin luar biasa di Samosir,” tutur Esthy.

Hal ini menjadi penting untuk semakin mengangkat pariwisata Danau Toba. Karena atraksi merupakan cara efektif untuk mempromosikan destinasi pariwisata.

“Konsepnya selalu sama 3A. Aksesnya baik, amenitasnya baik lalu didukung dengan atraksi yang berstandar global untuk mengundang wisatawan datang. Danau Toba ini telah didukung dengan akses yang sangat baik dengan adanya Bandara Internasional Silangit. Amenitasnya juga mumpuni. Tinggal terus digenjot atraksi wisata seperti Sigale Gale Carnival ini,” ujar Esthy.

Wisatawan mancanegara (wisman) menghadiri Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir, Sumatera Utara (Sumut). (Foto: Kemenpar)

Sementara itu Bupati Samosir Rapidin Simbolon menambahkan, Sigale Gale Carnival menjadi momentum mengangkat kekuatan budaya Samosir. Karena jelas atraksi budaya menjadi magnet yang sangat luar biasa bagi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara (wisman).

“Tadi banyak wisman yang juga hadir di karnaval ini. Ada dari Malaysia, Taiwan, Swiss, Jerman, dan sebagainya. Ini momentum untuk memanjakan mereka dan menjadi sebuah cerita berkesan sekembali mereka ke negaranya masing-masing,” katanya.

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Basar Simanjuntak mengungkapkan, Sigale Gale Carnival merupakan bentuk penguatan pariwisata Kabupaten Samosir di bidang seni budaya.

“Sebagaimana kita tahu yang sering diutarakan Menpar Arief Yahya, budaya yang merupakan magnet pariwisata itu semakin dilestarikan semakin menyejahterakan,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.