Rabu, 20 November 19

Tiket Pesawat Mahal Menjadi Sebab Wisatawan Danau Toba Menurun

Tiket Pesawat Mahal Menjadi Sebab Wisatawan Danau Toba Menurun
* Wisatawan Danau Toba. (Foto: Albar/ OMG)

Simalungun, Obsessionnews.com -Keindahan Danau Toba di Sumatera Utara ini menyimpan keindahan tersendiri yang tak ternilai harganya. Danau vulkanik terbesar di dunia merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus tetap dijaga dan disyukuri. Namun sayang dibalik keindahannya itu, banyak hal yang perlu dibenahi untuk mengelola pariwisata sebesar Danau Toba.

Berada di lima kabupaten, Danau Toba tak ramai seperti dulu. Banyak hal yang menjadi penyebabnya. Salah satu pengunjung mengatakan, untuk bisa mencapai Danau Toba memang cukup jauh, jika datang dari Bandara Kualanamo, Deli Serdang perjalanan darat membutuhkan waktu kurang lebih sakitar lima jam.

“Perjalanannya memang cukup jauh kalau dari Deli Serdang perjalanan darat butuh waktu kurang lebih lima jam,” ujar Danil Anwar wisatawan dari Jakarta, Minggu, (7/4/2019).

Selain itu, jalan juga tidak begitu bagus. Ia melihat pembangunan infrastruktur masih kurang memadai di Danau Toba. Di tambah kata dia, tiket pesawat untuk bisa ke Sumatera Utara kini tambah mahal. “Tiket pesawat sekarang juga tambah mahal, bisa sampai Rp 1,5 sampai Rp 2 juta. Mungkin ini yang membuat wisatawan berkurang,” katanya.

Sebelumnya, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun meminta pihak pemerintah pusat dan stakeholder terkait untuk segera menyelesaikan beragam persoalan di Danau Toba, misalnya masalah pencemaran lingkungan dan pembangunan infrastruktur.

“Saya sering katakan ini masalah sampah dan limbah harus diperhatikan benar,” kata Johni dalam kegiatan Media Gathering Koordinatoriat Wartawan DPR, di Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (5/4/2019).

Untuk bisa membangun infrastruktur membutuhkan dana yang besar. Sementara alokasi APBD provinsi/kabupaten masih tergolong sedikit. Karena itu, Johni berharap pemerintah bisa memperhatikan potensi wisata Danau Toba dengan menambah Alokasi Dana Khusus (DAK) bagi semua kabupaten yang mencakup Danau Toba.

Sementara itu, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Capt Anton Sihombing sepakat dengan usulan Jhoni tersebut. Namun, hal itu kata dia, untuk bisa memajukan pariwisata Danau Toba membutuhkan proses dan kesadaran semua pihak.

“Karena kita berharap pembangunan danau Toba menerapkan ekowisata atau wisata yang berkelanjutan secara pembangunan sosial, ekonomi dan kekayaan lokal. Karena pembaangunan wisata bisa menstimuluskan pembangunan daerah sekitarnya,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.