Selasa, 22 Oktober 19

Jembatan Teluk Kendari Dukung Pengembangan Kendari

Jembatan Teluk Kendari Dukung Pengembangan Kendari
* Pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 Km di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). (Foto: Kementerian PUPR)

Kendari, Obsessionnews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dewasa ini tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 Km di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kehadiran Jembatan Teluk Kendari ini akan mendukung pengembangan bagian selatan Kendari, yakni daerah Poasia dan Pulau Bungkutoko. Kedua daerah ini akan dikembangkan menjadi kawasan permukiman, kawasan industri dan pelabuhan Kendari New Port. Selain itu juga akan meningkatkan konektivitas jalan nasional dan jalan lingkar luar Kendari.

 

Baca juga:

Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR Pasca Banjir di Sultra

Kementerian PUPR Bantu Pembangunan Jalan Rabat Beton di Wonosobo

Kementerian PUPR Bangun Pengendali Banjir Tukad Mati Denpasar

 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur jembatan, flyover dan underpas akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian.

“Jembatan perlu dibuat indah dengan memasukkan elemen budaya lokal, sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan menambah estetika kota,” kata Basuki seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Kamis (20/6/2019).

Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Sultra Yohanis Tulak Todingrara menuturkan, dengan konektivitas yang semakin lancar diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

“Progres pembangunan Jembatan Teluk Kendari mencapai 52% dengan target selesai Februari 2020,” ujar Yohanis.

 

Baca juga:

Kementerian PUPR Bedah Rumah Terdampak Tsunami di Lamsel

2015-2018 Kementerian PUPR Tata 23.407 Hektare Kawasan Kumuh di Indonesia

Kementerian PUPR Bangun 164 Jembatan Gantung di 2015-2018

 

Pembangunan kawasan pelabuhan di Pulau Bungkutoko menjadi bagian pengembangan Kendari dengan dibangunnya Pelabuhan New Port Bungkutoto (66 Ha) yang merupakan pindahan dari pelabuhan lama di kawasan Kota Lama. Pelabuhan Bungkutoto menjadi pintu masuk bagi komoditi dari dan ke luar Kendari maupun Sultra.

Selain pelabuhan, juga akan dibangun kawasan industri penunjang (26 Ha), tracking mangrove (24 Ha), terminal antar moda (20 Ha), terminal multipurpose (32 Ha), dan terminal penumpang (23 Ha).

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari dikerjakan oleh perusahaan konsorsium, yakni PT PP dan PT Nindya Karya dengan anggaran mencapai Rp 802 miliar dengan kontrak tahun jamak (multiyears) 2015-2020. Pengerjaan konstruksinya terdiri dari pembangunan jalan pendekat atau oprit (602,5 m), approach span (357,7 m), side span (180 m), bentang utama atau main span (200 m). Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lebar 20 meter dengan empat lajur serta median dan trotoar.

Kehadiran jembatan yang melintasi Teluk Kendari ini sudah sangat ditunggu oleh masyarakat Sultra karena akan mempermudah akses masyarakat yang berada di kawasan Kota Lama dengan Poasia yang dipisahkan oleh teluk. Selama ini masyarakat harus menyeberangi Teluk Kendari menggunakan kapal ferry atau memutari teluk sejauh 20 Km dengan waktu tempuh 30-35 menit. Dengan adanya Jembatan Teluk Kendari maka jarak semakin dekat dan waktu tempuh yang dibutuhkan akan menjadi sekitar 5 menit saja. (arh)

Related posts

1 Comment

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.