Kamis, 14 November 19

2015-2018 Kementerian PUPR Tata 23.407 Hektare Kawasan Kumuh di Indonesia

2015-2018 Kementerian PUPR Tata 23.407 Hektare Kawasan Kumuh di Indonesia
* Taman Siti Nurbaya di kawasan Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat. (Sumber foto: www.pu.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pada periode 2015-2018 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan penataan kawasan kumuh di berbagai lokasi di Indonesia dengan  total seluas 23.407 hektare. Penataan kawasan kumuh salah satunya dilakukan melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dengan melibatkan peran aktif pemerintah daerah dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Kalau pemerintah daerah tidak bergerak dan masyarakat tidak terlibat aktif, maka program tidak akan berjalan. Bahkan kawasan yang sudah ditata akan kembali kumuh,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu seperti dikutip obsessionnews.com dari website Kementerian PUPR, Kamis (21/2/2019).

 

Baca juga:

Kementerian PUPR Bangun 164 Jembatan Gantung di 2015-2018

Anita Firmanti Piawai Olah Anggaran Kementerian PUPR

Kementerian PUPR Tingkatkan Bantuan Alat Berat ke Lombok

 

Salah satu kawasan kumuh yang ditangani tahun 2018 adalah kawasan Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat. Kawasan yang dilintasi Sungai Batang Arau ini sebelumnya memiliki tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, kualitas bangunan, serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat.

Penataan dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, di antaranya berupa pembangunan jalur pejalan kaki, saluran/drainase, Taman Siti Nurbaya yang dilengkapi arena skateboard, tempat sampah, WC, lampu taman, gapura, dan jalan lingkungan. Pekerjaan dilakukan sejak April 2018 dan selesai akhir tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp25,4 miliar.

Manfaatnya di samping meningkatkan kualitas lingkungan, Kawasan Batang Arau yang semakin tertata rapi menjadi potensi destinasi wisata yang akan meningkatkan ekonomi lokal. Di kawasan tersebut terdapat Pelabuhan Muaro yang merupakan pelabuhan tertua di Kota Padang, serta sebagai lokasi legenda Siti Nurbaya, di mana terdapat makam Siti Nurbaya dan Jembatan Siti Nurbaya.

Beberapa warganet menyambut positif dilakukannya penataan Kawasan Batang Arau. Akun @Andrebinarto memposting,“One fine afternoon in Padang, suka banget sama langit dan juga pemandangan Batang Arau, lokasinya di sebelah kota tua, Padang. Dari sini banyak kapal yang bisa di carter buat ke Mentawai…,” yang dilengkapi dengan foto di Jembatan Siti Nurbaya.

Akun lainnya @antoni.chaniago memposting,“Kawasan pinggir Batang Arau terlihat indah dan bersih, semoga warga juga ikut memelihara keindahan dan kebersihannya,” disertai foto jalur pejalan kaki di Jembatan Siti Nurbaya.

Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Pada 2019 penataan akan dilakukan terhadap 888 hektare kawasan kumuh yang ada di berbagai daerah, sehingga hingga 2019 total kawasan yang ditangani menjadi 24.295 hektare. Dalam melakukan penataan, Kementerian PUPR tidak hanya memperbaiki fisik infrastrukturnya, tapi juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah dan limbah sembarangan, sehingga meningkatkan derajat kesehatan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. (arh)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.