Kamis, 14 November 19

Kementerian PUPR Bedah Rumah Terdampak Tsunami di Lamsel

Kementerian PUPR Bedah Rumah Terdampak Tsunami di Lamsel
* Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan bantuan perbaikan rumah di Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung, yang terkena dampak bencana tsunami pada Desember 2018 lalu. (Foto: Kementerian PUPR)

Lamsel, Obsessionnews.com  –  Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan bantuan perbaikan rumah sebanyak 360 unit, termasuk 55 unit rumah di Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung, yang terkena dampak bencana tsunami pada Desember 2018 lalu. Bantuan tersebut diberikan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan istilah bedah rumah yang bertujuan untuk terus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia.

 

Baca juga:

Jokowi Perintahkan Bangun Rumah Untuk Korban Tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan  

Tagar #LampungBangkitBersamaJokowi Jadi ‘Trending Topic’ di Twitter

Kemenperin Bantu Korban Tsunami Selat Sunda

 

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid yang meninjau program BSPS di Lamsel baru-baru ini mengatakan, salah satu desa yang terkena dampak terparah dari tsunami adalah Desa Way Muli Induk. Khalawi berharap program BSPS dapat memberikan dampak positif bagi warga korban bencana tsunami di Lamsel, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Bantuan bedah rumah tersebut merupakan bagian dari program BSPS yang disalurkan untuk 360 unit rumah di Lamsel yang tersebar di dua kecamatan dan 12 desa/ kelurahan. Pada  2019 Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 78,75 miliar untuk meningkatkan kualitas rumah sebanyak 4.500 unit di Lampung melalui program BSPS.

Dalam program BSPS pemerintah memang tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, namun berupa bahan bangunan. Dalam pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat dengan membentuk kelompok untuk memperbaiki atau membangun rumah secara gotong royong.

“Nantinya tukang yang mengerjakan juga bisa diberikan upah jika memang diperlukan. Dengan demikian mereka tidak terbebani untuk mengeluarkan biaya untuk upah kerja tukang,” tutur Khalawi seperti  dikutip obsessionnews.com dari melalui keterangan tertulis Kementerian PUPR, Selasa (28/5/2019).

Program BSPS di Lampung tersebut merupakan bagian dari program nasional BSPS pada 2019, yang ditargetkan secara nasional dapat menjangkau sebanyak 206.500 unit rumah tidak layak huni melalui dua kegiatan, yakni peningkatan kualitas rumah sebanyak 198.500 unit dan pembangunan baru 8.000 unit. Total anggaran program rumah swadaya dalam APBN 2019 sendiri sebesar Rp 4,28 triliun.

 

Baca halaman berikutnya:

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.