Jumat, 30 Oktober 20

Ini Deretan Persoalan di Kalbar yang Akan Dibereskan Maman Abdurrahman

Ini Deretan Persoalan di Kalbar yang Akan Dibereskan Maman Abdurrahman
* Maman Abdurrahman, Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kalbar (Foto : Dok. Pribadi)
Jakarta, Obsessionnews.com– Anggota DPR RI, Maman Abdurrahman, mengaku prihatin dengan rasio elektrifikasi di daerah konstituennya, Kalimantan Barat (Kalbar). Menurutnya masih banyak masyarakat di Kalbar yang belum tersentuh jaringan listrik negara. Setidaknya ada 300 desa yang belum menikmati listrik.
Melihat fakta itu, Maman bertekad akan memperjuangkan hak masyarakat di Kalbar agar seluruhnya dapat menikmati listrik. Jalan yang telah ditempuh untuk mewujudkan hal itu adalah dengan mendorong peningkatan anggaran pembangunan listrik di desa utamanya untuk wilayah Kalbar.
“Alhamdulillah melalui PLN akan segera dibangun listrik desa yang awalnya alokasi anggarannya hanya 1 tahun misalnya untuk 15 desa, sekarang bisa sampai 50 desa. Saya punya target sampai tahun 2024 minimal 200-an (di Kalbar) desa kita sudah dialiri listrik,” ujar Maman di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Selain listrik untuk kebutuhan rumah tangga, Maman juga bertekad untuk mendorong pembangunan penerangan jalan umum (PJU). Pasalnya di Kalbar masih banyak jalan – jalan di desa yang gelap gulita.

Selain itu, saya tengah mendorong program tabung listrik (talis) untuk di Kalbar. Talis adalah program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melistriki desa- desa yang berada di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Selanjutnya masalah kelangkaan LPG 3 kg di daerah pedalaman khususnya di Kalbar juga menjadi sorotannya. oleh sebab itu Maman bertekad persoalan ini bisa selesai sehingga masyarakat di Kalbar tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan gas melon tersebut.

“Ini adalah problematika yang tidak sederhana. Kemarin, karena kebetulan saya juga di Banggar (Badan Anggaran), alokasi kuota LPG 3 kg yang semula hanya 7 juta metrik ton per tahun, kami coba dorong menjadi 7,5 juta metrik ton per tahun,” sambung dia.

Maman juga berencana untuk menarik pengelolaan gas di Kepulauan Riau nantinya dilakukan di wilayah Kabupaten Sambas. Jika hal ini terealisasi, potensi penyerapan tenaga kerja di Kalbar akan meningkat. Ini isu besar yang akan terus diperjuangkannya.

“Tentunya banyak hal lain yang saya upayakan dengan bersinergi dengan teman-teman di komisi lainnya, misalnya mengatasi masalah kesehatan dan pendidikan,” pungkas dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.