Kamis, 5 Agustus 21

Erlina Burhan Optimis Covid-19 Segera Berakhir

Erlina Burhan Optimis Covid-19 Segera Berakhir
* Juru bicara tim dokter RS Persahabatan Jakarta Erlina Burhan tampil di acara ‘Talk with Elly’ yang diunggah channel Women’s Obsession, Kamis (7/5/2020). (Foto: YouTube)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Tren menurun kasus virus Corona di DKI Jakarta membuat senang banyak orang. Muncul harapan wabah virus Corona (Covid-19) ini akan segera berakhir di Tanah Air.

 

Baca juga:

Kemenparekraf Gandeng Grab Siapkan Transportasi untuk Tenaga Medis Covid-19

Bantu Imam, Khotib, dan Guru Ngaji yang Terdampak Covid-19, Pegadaian Syariah Beri Donasi 100 Juta

 

Juru bicara tim dokter RS Persahabatan Jakarta, DR. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P , termasuk yang senang dengan penurunan angka tersebut. Penurunan tersebut juga terjadi di rumah sakit rujukan khusus pasien terjangkit virus Corona ini.

Menurutnya, jika di akhir Maret angka pasien yang dirujuk bisa mencapai 200 orang perhari, kini hanya sekitar 60 orang perhari.

Hanya saja, ungkap dokter spesialis paru ini, penurunan di ibu kota berbanding terbalik dengan angka kasus yang terjadi dalam skala nasional.

“Boleh jadi karena disebabkan adanya peningkatan kasus di daerah-daerah. Di sisi lain, saat ini sudah lebih banyak laboratorium untuk mendeteksi Covid-19 ini,” ujar Erlina, menjawab pertanyaan Elly Simanjuntak dalam ‘Talk with Elly’ yang diunggah channel Women’s Obsession, Kamis (7/5/2020).

Kendati demikian Erlina tetap optimis Covid-19 akan segera selesai. Apalagi jika merujuk pada prediksi bahwa peak period wabah ini terjadi pada Mei dan akan mengalami penurunan di awal Juni.

Baca juga: 

Mengejutkan! Melly Goeslaw Ungkap Ada Musisi yang Terpaksa Makan Mi Instan

Para Pengusaha UKM Senang Dapat Endorse Melly Goeslaw

Bupati Karawang Ungkap Pengalamannya Sembuh dari Covid-19

 

Peak period yang terjadi di Indonesia tersebut, menurutnya, memang tengah terjadi saat ini dimana angka pasien yang terjangkit terus meningkat.

“Jakarta ini kan episentrum pertama di Indonesia dengan jumlah yang cukup tinggi. Jadi meski angkanya menurun, tapi kan masih tetap lebih tinggi di bandingkan daerah lainnya,” jelasnya.

Kepada Elly, Erlina juga menceritakan bagaimana sibuknya para tenaga medis dan nonmedis di RS Persahabatan. Apalagi dipahami bahwa yang mereka rawat bukanlah para pasien biasa, melainkan para pasien yang terjangkit virus sangat berbahaya.

“Di satu sisi kami ingin merawat para pasien dengan baik agar sembuh. Namun di sisi lain, kami juga ingin mengurangi kontak fisik dengan para pasien karena penularannya kan dengan kontak sehingga kami harus mengenakan alat pelindung diri (APD) yang cukup lengkap, meski tidak nyaman memakainya,” kata Erlina.

Perbincangan tak hanya menyoal tugas para tenaga medis dan nonmedis. Erlina juga bercerita tentang tekanan, kecemasan, dan stres yang kerap dialami para tenaga medis dan nonmedis, bahkan juga keluarga mereka di rumah. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.