Jumat, 22 Januari 21

Di Masa Pandemi, Bank Jatim Torehkan Kinerja yang Cemerlang

Di Masa Pandemi, Bank Jatim Torehkan Kinerja yang Cemerlang
* Direktur Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Ferdian Timur Satyagraha. (Foto: Sutanto/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.comKinerja Ferdian Timur Satyagraha sebagai Direktur Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) patut diberikan apresiasi yang tinggi. Bagaimana tidak, di bawah kepemimpinannya, Bank Jatim mampu menorehkan kinerja yang cemerlang.

Seperti 2020 ini, meski di tengah pandemi, Bank Jatim mampu menorehkan kinerja membanggakan. Hal itu terlihat dari kinerja Triwulan II dan Triwulan III 2020 Bank Jatim yang tumbuh bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya Year on Year (YoY).

“Berdasarkan kinerja Triwulan III – 2020, posisi per September 2020 menunjukkan aset Bank Jatim tercatat Rp82,08 triliun atau tumbuh 13,80% (YoY),” ujar Ferdian dikutip dari majalah Men’s Obsession, Senin (30/11/2020).

Kemudian, lanjut Ferdian, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 13,99% (YoY), yaitu sebesar Rp69,77 triliun. Bank Jatim juga mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp40,38 triliun atau tumbuh 7,03% (YoY).

“Kredit di sector UMKM menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar Rp6,46 triliun atau tumbuh 12,24% (YoY) diikuti dengan pertumbuhan kredit korporasi, yaitu sebesar Rp10,01 triliun atau tumbuh 9,86%,” bebernya.

Sungguh sebuah pencapaian membanggakan jika melihat hal ini menjadi pertumbuhan tertinggi di antara semua Bank di Jatim. Untuk komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode September 2020, antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,63, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,70%, dan Return On Asset (ROA) 2,57%.

“Kemampuan Bank Jatim dalam menghimpun dana murah juga cukup baik, yang diperkuat dengan CASA rasio Bank Jatim sebesar 63,14%,” ucapnya.

Sedangkan untuk Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 70,25%. Dari keseluruhan kinerja positif tersebut, Bank Jatim berhasil mencatatkan laba sebesar Rp1,10 triliun.

Meski di tengah pandemi, Bank Jatim mampu meraih pencapaian membanggakan. Hal tersebut berkat strategi dan inovasi yang dilakukan dalam menjaga stabilitas ekonomi sejak awal pandemi berlangsung.

Ferdian mengatakan, sejak Maret Bank Jatim meremapping lagi strategi kreditnya, mencari kredit yang potensial atau yang prioritas. “Kami mapping berdasarkan yang risiko paling besar. Kami fokus di retail consumer dan UMKM, itu yang kami prioritaskan,” ungkapnya.

Sementara untuk UMKM sendiri, dia melihat sector-sektor yang masih cukup kuat. Di Jatim contohnya pertanian, sebagian perdagangan dan kesehatan. “Hal tersebut kami lakukan untuk menjaga kinerja keuangan agar tumbuh baik dengan risiko yang juga baik,”kata Ferdian.

Terkait penempatan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), Bank Jatim dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi salah satu BPD yang menerima dana PEN dari pemerintah. Mekanisme penyaluran dana PEN tersebut dilakukan dengan dua pola, yaitu direct loan dan two step loan yang disalurkan pada sektor UMKM, konsumsi, dan korporasi Bank Jatim bersama pemerintah Provinsi Jatim bersinergi menyalurkan Dana Bergulir (Dagulir) dan dana PEN.

“Sampai dengan saat ini, Bank Jatim telah menyalurkan Dana PEN sebesar Rp2,57 triliun kepada 15.215 debitur, serta Dagulir sebesar Rp450,13 miliar kepada 12.385 debitur,” tutur Ferdian.

Pandemi yang melanda sejak awal Maret 2020 lalu menuntut masyarakat untuk lebih melek digital, karena semua dilakukan di rumah melalui daring. Lantas bagaimana dengan kesiapan digitalisasi Bank Jatim.

Ferdian menyampaikan, Bank Jatim telah mempersiapkan platform digital sejak 2019 lalu, antara lain melakukan penguatan pada layanan mobile banking yang kini bisa dipersonalisasi layaknya media sosial pribadi, serta transaksi yang lebih mudah dan cepat.

“Ke depan kita kembangkan aplikasi untuk kredit. Jadi, nasabah kredit tidak perlu lagi datang ke Bank Jatim, cukup buka aplikasi lalu ajukan kredit,” ujarnya.

Dia menambahkan, teman-teman nasabah juga bisa menjadi agen Bank Jatim. “Jadi, ke depan tidak perlu lagi buka cabang banyak, cukup memperbanyak agen kami,” ungkap pria yang aktif berorganisasi ini.

Tak hanya memikirkan bisnis semata, Bank Jatim tak hanya berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun lebih dari itu! Bank Jatim juga sangat peduli dan berperan aktif pada kegiatan-kegiatan sosial. Terutama di masa pandemi seperti saat ini, Bank Jatim pun berperan dalam mendukung fasilitas kesehatan.

Sejak awal pandemi, ujar Ferdian, Bank Jatim memberikan bantuan berupa kebutuhan-kebutuhan medis, seperti masker dan ventilator yang saat itu masih langka. Selain itu, bekerja sama dengan salah satu Rumah Sakit terbesar di Surabaya, Bank Jatim juga membantu memberikan layanan SWAB gratis khususnya kepada masyarakat yang tidak mampu, melalui mobil keliling SWAB PCR.

Ferdian berharap Bank Jatim kelak bisa menjadi Bank BPD nomor satu di Indonesia. Untuk itu, dia mengaku sedang mempersiapkan semuanya, terutama dari tim Bank Jatim yang sedang menyusun rencana bisnis.

“Salah satunya apa, kami harus melakukan pertumbuhan yang organic, yaitu pertumbuhan kredit seperti biasa, serta unorganic kami bertahap akan melakukan akuisisi beberapa perusahaan termasuk BPR, asuransi, dan lain-lain yang bisa memberikan pilihan-pilihan, baik investasi maupun pilihan dalam rangka meningkatkan kinerja ataupun aset Bank Jatim lebih cepat. Kemudian penguatan SDM, kami akan menguatkan learning centre kami,” pungkasnya. (Ita/Men’s Obsession/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.