Kamis, 21 Januari 21

Italia Diserang Pandemi Ganda, Mafia dan Covid-19

Italia Diserang Pandemi Ganda, Mafia dan Covid-19
* Keadaan pandemi Covid-19 di Italia. (Foto: Euronews)

Akibat maraknya mafia dan pandemi virus Corona (Covid-19) menghantam Italia Selatan, menyebabkan seluruh sistem mengalami kehancuran di wilayah negara tersebut.

Selama beberapa dekade terakhir, Calabria Italia berada dalam kondisi politik yang salah urus dan korupsi oleh kelompok mafia ‘Ndrangheta yang menyusup ke sistem perawatan kesehatan.

Geng-geng kriminal menyita sumber daya dan menimbulkan hutang besar-besaran, yang menyebabkan 18 rumah sakit umum ditutup dan pemotongan besar-besaran pada tempat tidur dan staf.

Beberapa hari yang lalu, seorang politisi lokal yang terkenal ditangkap, dituduh melakukan pencucian uang melalui apotek yang dikendalikan Ndrangheta dengan imbalan dukungan mafia.

Korupsi memperburuk kegagalan politik berantai: dua komisaris kesehatan untuk wilayah itu dipecat dalam sebulan terakhir.

Salah satunya dipecat setelah dia menyebut masker wajah tidak berguna dan mengatakan satu-satunya cara untuk tertular virus adalah dengan mencium orang yang terinfeksi dengan lidah selama 15 menit.

Dua kandidat lainnya yang dicalonkan oleh pemerintah menolak jabatan itu.

“Calabria mendapati dirinya sendiri tanpa rumah sakit yang sesuai untuk memenuhi persyaratan minimum virus corona – sehingga seluruh sistem mengalami kehancuran,” kata Santo Gioffr√®, seorang ginekolog yang ketika menjabat sebagai kepala otoritas kesehatan setempat lima tahun lalu, mengekspos penipuan, namun mengatakan dia dibungkam oleh pihak berwenang.

Keadaan darurat itu melumpuhkan ekonomi Calabria, pengumuman “zona merah” telah menutup bisnis untuk kedua kalinya tahun ini.

Pandemi Covid-19 di Italia
Pandemi Covid-19 semakin mencengkeram Italia. “Sampai setengah jam yang lalu, 12 dari 18 tempat tidur perawatan intensif Covid kami terisi,” kata Demetrio Labate, sambil mengencangkan pakaian pelindungnya.

“Tapi sekarang ada 11 [tempat tidur]. Kita baru saja kehilangan pasien lain – dia berusia 82 tahun.”

Dokter unit perawatan intensif itu memberi kami lapisan keempat sarung tangan bedah kami, memeriksa apakah baju hazmat kami menutupi bagian tubuh kami yang terbuka – dan setelah itu, kami mengikutinya ke bangsal virus corona di Grande Ospedale Metropolitano, rumah sakit terbesar di Calabria, Italia.

Wilayah yang terletak di bagian selatan Italia itu dengan cepat diumumkan sebagai “zona merah” pada awal November saat virus yang mendatangkan kehancurannya.

“Gelombang kedua menghantam kami lebih keras daripada gelombang pertama,” katanya, saat ia membimbing kami di antara tempat tidur pasien yang memerlukan bantuan pernapasan.

“Kami kekurangan staf – dan dengan jumlah yang terbatas kami melakukan sejumlah sif ekstra.”

Salah satu pasien perempuan dalam keadaan sadar, mengenakan helm ventilasi. Dia melambaikan tangannya dengan singkat: gerakan kecil untuk mengangkat semangat para dokter yang kelelahan.

“Kami melawan ini seperti singa agar tidak jatuh,” kata Iole Fantozzi, direktur rumah sakit.

“Gelombang ini dapat diprediksi karena kami merasa bebas selama musim panas ketika kasus sangat rendah dan orang-orang keluar masuk Calabria.”

Italia adalah negara pertama di Eropa yang terdampak pandemi dan sempat menjadi episentrum global.

Dengan jumlah kasus tertinggi kedelapan di dunia, bulan ini Italia menjadi yang kedua di Eropa yang melampaui 50.000 kematian akibat virus corona.

Pada bulan Juli, ketika jumlah kasus harian turun menjadi lebih dari 100, rasa aman yang palsu muncul ketika Italia membuka pintunya untuk wisatawan dan pembatasan dilonggarkan.

Kini Italia harus menerima konsekuensinya melawan gelombang kedua yang mematikan – dan sekali lagi angka kematiannya adalah beberapa yang tertinggi di Eropa.

Namun, tak seperti Maret silam ketika pandemi berpusat di wilayah utara Lombardy yang kaya, gelombang kedua juga menghantam wilayah selatan yang miskin. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.