Rabu, 17 Juli 19

Bongkar Kecurangan Pilpres, BPN Hadirkan 30 Saksi

Bongkar Kecurangan Pilpres, BPN Hadirkan 30 Saksi
* Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade. (Foto: Dokumentasi pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Upaya Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga membongkar kecurangan Pilpres 2019 lewat gugatannya di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak hanya berdasarkan wacana. Pihaknya telah menyiapkan 30 saksi untuk mengungkap kecurangan Pilpres.

 

Baca juga:

Kesimpulan Mahfud MD Usai Melihat Sidang Sengketa Pilpres di MK

KPU dan Bawaslu Serahkan Jawaban Gugatan PHPU Pilpres ke MK

Peluang Prabowo Menangkan Gugatan Pilpres Tipis

 

Hanya saja, Juru bicara BPN Andre Rosiade mengatakan, para saksi yang berasal dari sejumlah daerah itu meminta jaminan keselamatan untuk bersaksi ke MK. Sebab disituasi yang sedang memanas ini, secara pribadi mereka dan keluarganya takut terancam.

“Mereka (saksi) yang berasal dari sejumlah daerah di Tanah Air ini meminta jaminan keselamatan sebelum, saat, dan sesudah datang ke (MK) Jakarta untuk bersaksi,” kata Andre  melaluiketerangan tertulis, Senin (17/6/2019).

Andre mengatakan, tim hukum akan menyurati MK untuk meminta keterlibatan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan jaminan keselamatan bagi saksi dan ahli yang akan dihadirkan. Hal itu penting agar mereka bisa mengungkap fakta-fakta sesuai yang dialami.

Ia mengatakan, demi keselamatan para saksi, pihaknya dapat menggunakan sejumlah metode yang disarankan LPSK. Misalnya, bersaksi dari jarak jauh menggunakan teleconference. Tanpa harus datang langsung ke MK.

“Berbicara di ruangan bertirai hitam untuk menyamarkan lokasi saksi, hingga menyamarkan sejumlah informasi tentang saksi demi keselamatan pribadi,” ujarnya.

Tak hanya bagi saksi, Andre mengatakan, tim hukum Prabowo-Sandiaga juga mendorong LPSK turut melindungi dan menjamin keselamatan seluruh hakim MK. “Agar terlepas dari bentuk intervensi dan ancaman dalam memutuskan sengketa Pilpres 2019,” pungkasnya.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mendatangi LPSK untuk meminta perlindungan terhadap saksinya dalam sidang sengketa pemilu di MK.

Namun, LPSK ternyata tidak bisa memberi perlindungan bagi saksi dan ahli yang akan dihadirkan dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum di MK atas alasan terbentur undang-undang.

Meski demikian, ketua tim hukum 02, Bambang Widjojanto sudah mendapatkan sejumlah masukan dari LPSK mengenai apa yang dapat dilakukan agar keinginannya memberikan perlindungan bagi para saksi dan ahli tersebut dapat diwujudkan.

Bambang dan kawan-kawan akan mengirimkan surat kepada MK, meminta agar hakim mahkamah memerintahkan LPSK memberikan perlindungan bagi saksi dan ahli yang akan dihadirkan.

“Berdasarkan saran yang diberikan LPSK, kami memutuskan akan membuat surat kepada MK. Mudah-mudahan surat ini bisa direspons dan bisa memastikan proses di MK dalam hal pemeriksaan saksi dan ahli betul-betul dibebaskan dari rasa ketakutan,” ujar Bambang, usai berkonsultasi dengan LPSK, Sabtu (15/6/2019) malam. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.