Rabu, 20 November 19

Kesimpulan Mahfud MD Usai Melihat Sidang Sengketa Pilpres di MK

Kesimpulan Mahfud MD Usai Melihat Sidang Sengketa Pilpres di MK
* Mahfud MD. (Foto: dokumentasi pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Banyak orang yang menyaksikan jalannya sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan Tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno baik secara langsung maupun melalui media televisi. Beberapa tokoh memberikan catatan dan penilaian tersendiri terhadap jalannya sidang.

Salah satunya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Mahfud mengaku meski agenda pembacaan pokok perkara yang diajukan pemohon belum selesai. Namun ia sudah bisa melihat gambaran secara umum dari inti yang dikemukakan.

“NONTON SENGKETA PILPRES DI MK Sidang Sengketa Hasil Pilpres di MK sudah dimulai. Sampai menjelang salat Jumat pembecaan pokok permohonan belum selesai. Tapi beberapa catatan penting tentang background dan prospek sdh bisa dikemukakan. Intinya, Alhamdulillah, semua berjalan baik,” ujar Mahfud di akun Twitternya @mohmahfudmd, Jumat (14/6/2019).

Kesimpulan Mahfud melihat sidang perdana ini adalah sengketa hasil Pilpres 2019 secara kuantitatif yang diajukan pemohon sudah selesai tidak bisa dibuktikan. Sebab, pemohon tidak membawa bukti empirik yang bisa disandingkan dengan data real count KPU. Selebihnya kecurangan yang disampaikan hanya bagian dari bunga-bunga kecil.

“Kesimpulannya: 1) Sengketa hasil Pilpres 2019 scr kuantitatif (numerik) sdh selesai krn Paslon 02 tdk membawa data yg bs diadu dgn data KPU di MK. Tak ada sengketa hsl perhitungan (angka) resmi kecuali bumbu-bumbu; 2) Sidang di MK tinggal pembuktian kualitatif ttg kecurangan TSM,” ujar Mahfud.

Selanjutnya menurut Mahfud baik pemohon maupun termohon harus lebih bisa lagi membuktikan adanya kecurangan dan tidak adanya kecurangan. Adu data dalam sidang di pengadilan menjadi penting.

“Yg hrs kita tunggu adl bgmn Pemohon membuktikan kecurangan TSM dan bgmn Termohon dan Terkait membuktikan bhw kecurangan2 yg mungkin ada itu tdk TSM, tdk signifikan dgn selisih, atau tdk ada kaitan dgn hukum pemilu melainkan terkait dgn bidang lain spt pidana atau AN. Kita tunggu,” jelas Mahfud.

Dalam gugatan yang diajukan Tim Prabowo-Sandi mereka menuding telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif yang diduga dilakukan oleh para penyelenggara pemilu. Banyak hal yang dipersoalkan pemohon misalnya menyangkut ajakan Jokowi memakai baju putih ke TPS, dan keterlibatan BUMN.

Poin-poin baru dalam petitum yang diajukan Tim Prabowo-Sandi di antaranya meminta MK menyatakan Jokowi-Ma’ruf telah melakukan kecurangan secara TSM, berupa penggelembungan dan pencurian suara.

Selain itu, dalam revisinya, kubu Prabowo-Sandi juga meminta agar seluruh komisioner KPU diberhentikan dan diganti dengan jajaran baru. Petitum baru juga meminta agar Sistem Informasi Penghitungan (situng) KPU diaudit ulang.

Ada 8 poin baru yang terdaftar petitum perbaikan permohonan Prabowo-Sandi salah satunya, menyatakan perolehan suara yang benar adalah sebagai berikut:
Ir. H. Joko Widodo – Prof. Dr. (H.C) KH. Ma’ruf Amin H. Suara: 63.573.169, 48%. Prabowo Subianto – H. Sandiaga Salahuddin Uno,Suara: 68.650.239, 52%

Jumlah: Suara: 132.223.408, 100,00%

Menyatakan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01, H. Ir. Joko Widodo dan Prof. Dr. (H.C) KH. Ma’ruf Amin, MA, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran dan kecurangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 melalui penggelembungan dan pencurian suara secara Terstruktur, Sistematis dan Masif. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.