Rabu, 11 Desember 19

Batik Indonesia Miliki Keunggulan Komparatif di Pasar Internasional

Batik Indonesia Miliki Keunggulan Komparatif di Pasar Internasional
* Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada puncak peringatan Hari Batik Nasional di Istana Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/10/2019). (Foto: Kemenperin)  

Solo, Obsessionnews.comBatik merupakan warisan budaya tak benda asli Indonesia yang dikukuhkan oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) dalam Representative List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009 lalu. Sejak saat itu tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

 

Baca juga:

Ekspor Batik Semester I-2019 Capai USD17,99 Juta

Pertamina EP Asset 4 Cepu Field Dukung Pengembangan Batik Ramah Lingkungan

Jokowi Ajak Generasi Muda Kenalkan Batik ke Kancah Dunia

Cerita Pemilik Sila Butik Batik yang Koleksi Busana Pesohor hingga Masuk Pasar Ekspor

Seiring bergulirnya era revolusi industri 4.0, yang memunculkan berbagai teknologi canggih, dinilai akan membuat dunia batik nasional semakin kompetitif ke depannya. Untuk itu dibutuhkan komitmen kuat dari seluruh stakeholder untuk menjaga dan melestarikan karya adi luhung bangsa tersebut.

“Contohnya bisa dengan memulai pendekatan kepada generasi muda untuk melakukan digitalisasi dan memanfaatkan media sosial dalam rangka mendorong kemajuan batik nasional,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di sela-sela mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada puncak peringatan Hari Batik Nasional di Istana Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/10/2019).

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Rabu, disebutkan salah satu lembaga litbang milik Kementerian Perindustrian,  yakni Balai Besar Kerajinan dan Batik di Yogyakarta, sudah mampu mengembangkan aplikasi Batik Analyzer.

Alat tesebut dibuat untuk membedakan produk batik dan tiruan batik. Aplikasi dengan basis Android dan iOS ini menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang sesuai dengan implementasi industri 4.0 berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Batik Indonesia telah memiliki keunggulan komparatif di pasar internasional. Maka itu, kita juga perlu melakukan penguatan branding dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual,” paparnya.

Apalagi batik saat ini bertransformasi menjadi berbagai bentuk fesyen, kerajinan dan home decoration yang telah mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat baik di dalam maupun luar negeri. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.