Jumat, 13 Desember 19

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp806,8 Triliun pada Kuartal III Tahun 2019

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp806,8 Triliun pada Kuartal III Tahun 2019
* Bank Mandiri menyalurkan kredit konsolidasi yang mencapai 11,5% (YoY) atau Rp806,8 triliun pada kuartal III tahun 2019. (Foto: Bank Mandiri)

Jakarta, Obsessionnews.comBank Mandiri mengukir kinerja yang apik pada kuartal III tahun 2019. Badan usaha milik negara (BUMN) ini menyalurkan kredit konsolidasi yang mencapai 11,5% (YoY) atau Rp806,8 triliun pada September 2019.

Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas, di mana rasio non performing loan (NPL) gross turun 48 bps menjadi hanya 2,53% dibandingkan September tahun lalu. Perbaikan ini membuat Bank Mandiri dapat menurunkan biaya cadangan kerugian penurunan nilai CKPN sebesar 6,27%.

 

Baca juga:

Bank Mandiri dan Pertamina Bangun Sistem Pengolahan Beras Terpadu di Kebumen

Bank Mandiri Imbau Nasabah Tak Panik, Saldo Rekening Akan Kembali Normal

Bank Mandiri dan Taspen Beri Suntikan Dana Rp500 Miliar untuk Bank Mantap

 

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, pertumbuhan kredit yang diiringi dengan perbaikan kualitas kredit dan pengendalian biaya operasional melalui dukungan otomatisasi serta digitalisasi, membuat Bank Mandiri dapat mencatatkan laba hingga Rp20,3 triliun, naik 11,9% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama di tahun lalu.

”Pertumbuhan Bank Mandiri saat ini lebih kami utamakan untuk sustainabilitas jangka panjang, sehingga pengukuran kinerja tidak hanya diukur pada akhir periode, tetapi juga saldo rata-rata. Metode ini mampu menjadikan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri menjadi lebih sustain dan berkualitas, sehingga mampu meberikan nilai tambah yang jauh lebih baik bagi pemegang saham,” kata Hery melalui siaran pers, Senin (28/10/2019).

Pada kuartal III tahun 2019, lanjutnya, penyaluran kredit ditopang oleh dua segmen utama, yakni corporate dan retail, terutama kredit mikro dan consumer. Kredit di segmen korporasi mencapai ending balance Rp113,7 triliun atau tumbuh rata-rata 16,6% (YoY). Untuk segmen mikro, ending balance penyaluran kredit mencapai Rp116,4 triliun, tumbuh rata-rata 22,6% (YoY), sementara pada segmen consumer mencapai ending balance Rp 88,5 triliun atau tumbuh 7,3% (YoY).

Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan, Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi yang signifikan, yakni 81,49% dari total portofolio. Pada triwulan ini penyaluran kredit investasi mencapai Rp251,07 triliun dan kredit modal kerja sebesar Rp342,3 triliun.

Sebagai agent of development Bank Mandiri juga turut berkontribusi dalam pembangunan nasional, berupa penyaluran kredit ke sektor infrastruktur yang mencapai Rp198,5 triliun dengan tingkat pertumbuhan mencapai 16,9% (YoY). Kredit tersebut disalurkan kepada berbagai sektor seperti tenaga listrik, transportasi, migas, energi terbarukan, dan lain-lain.

Untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sepanjang Januari-September 2019, total KUR yang disalurkan mencapai Rp17,45 triliun, tumbuh 29,7% (YoY) atau mencapai 69% dari target tahun 2019 dengan jumlah penerima sebanyak 222.825 debitur. Dari jumlah tersebut, sebesar 50,25% disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.