Bank BRI Dorong Santri Jadi Pengusaha

Jakarta, Obsessionnews.com – Hari ulang tahun (HUT) ke-124 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI telah dekat, yakni 16 Desember 2019. Dalam perjalanannya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini telah banyak berbuat untuk kemajuan perekonomian Indonesia. Bank BRI antara lain berperanan besar memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terobosan lain yang dilakukan adalah Bank BRI berkolaborasi dengan Yayasan Santripreneur Indonesia menggelar program Santripreneur, pelatihan kepada 350 santri dan santriwati di Yogyakarta, Bantul, Sleman, Semarang, dan Jepara pada Kamis 21 November 2019. Melalui program ini Bank BRI mendorong santri dan santriwati menjadi pengusaha. Baca juga:Warganet Berharap Pelayanan Bank BRI Lebih Baik LagiDukung Industri Musik dan Kreatif, Bank BRI Gelar Konser NOAH “an Intimate Night at BRI”Bank BRI Selalu Utamakan Kepuasan NasabahBank BRI Tingkatkan Layanan Keuangan Melalui Agen BRILink Corporate Secretary Bank BRI Hari Purnomo mengatakan, Bank BRI sebagai bank UMKM terbesar di Indonesia memiliki komitmen terhadap peningkatan potensi ekonomi khususnya berasal dari pesantren. “Mengutip data dari Kementerian Agama, saat ini terdapat 25.928 pesantren dengan jumlah santri sebanyak 3,9 juta orang. Jumlah ini tentu merupakan sebuah potensi bagi penambahan pelaku UMKM baru di tanah air,” ujar Hari melalui keterangan tertulis, Jumat, 22 November 2019. Santripreneur yang digelar di lima kota ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kemampuan bisnis masing-masing santri. “Bagi yang sudah berbisnis, maka akan dikuatkan. Sedangkan bagi yang belum berbisnis akan dibukakan wawasan tentang peluang ekonomi di berbagai bidang. Selanjutnya dengan program pendampingan atau bimbingan mentor berpengalaman, para santri secara bertahap akan meningkat kemampuan bisnisnya,” imbuhnya. Program Santripreneur ini selaras dengan program Inkubator BRI yang disebut BRIncubator. BRIncubator merupakan program inkubasi bisnis untuk UMKM yang berorientasi pada pemberian akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas serta kapabilitas UMKM secara digital dan fokus pada ekspor. BRIncubator memperkenalkan dan mengajarkan para pelaku UMKM agar go digital, go online dan go global. “Semua program yang dilakukan perseroan bertujuan untuk menjalankan fungsi sebagai agent of development dan menjalin rantai ekonomi kerakyatan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan di tengah masyarakat. Program ini selaras dengan tema HUT ke-124 Bank BRI yang jatuh pada 16 Desember 2019 mendatang, yakni Untuk Indonesia Brilian,” tandas Hari. Halaman selanjutnyaBank Terbesar di Indonesia Bank BRI adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. BRI didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah, oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Pada periode setelah kemerdekaan RI berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Baca juga:BRI Pertahankan Fundamental Kinerja yang Luar BiasaJelang HUT ke-124, Kinerja BRi Semakin CemerlangBRI Sosialisasikan Sadar Bahaya Narkoba kepada Siswa SMA/SMK Halaman selanjutnyaBerkinerja Cemerlang Di tengah kompetisi antar bisnis jasa perbankan di Indonesia, BRI gencar melakukan berbagai inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Dan hasilnya BRI mampu bersaing dengan para kompetitornya, dan bahkan kinerjanya semakin cemerlang. Baca juga:Keren! BRI Terus Menorehkan Kinerja PositifPerkuat Bisnis Mikro, Ini Langkah Nyata yang Dilakukan BRIKUR BRI Berandil Kembangkan UMKM Bank yang berslogan Melayani Dengan Setulus Hati ini terus menorehkan kinerja positif dan di atas rata rata industri perbankan nasional. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta, (24/10/2019), Direktur Utama Bank BRI Sunarso menjelaskan salah satu penyokong utama kinerja BRI yakni penyaluran kredit yang tumbuh double digit dan di atas rata-rata industri nasional. [gallery link="file" columns="1" size="full" ids="295301"] Hingga akhir September 2019 BRI secara konsolidasian telah menyalurkan kredit senilai Rp 903,14 Triliun tumbuh 11,65%, lebih tinggi dari industri sebesar 8,59% (data OJK bulan Agustus 2019) dengan NPL 3,08%. “Segmen mikro tumbuh 13,23% yoy dengan proporsinya mencapai sepertiga dari keseluruhan kredit BRI,” ujar Sunarso. Apabila dirinci kredit mikro BRI tercatat Rp 301,89 triliun, kredit konsumer BRI Rp 137,29 triliun atau tumbuh 7,85% yoy, kredit ritel dan menengah Rp 261,67 triliun atau tumbuh 14,80% yoy dan kredit korporasi BRI Rp 202,30 Triliun. “Jika ditotal, porsi kredit UMKM mencapai 77,60% dari keseluruhan kredit BRI, di mana angka ini berhasil kami tingkatkan secara perlahan dan targetnya proporsi kredit UMKM bisa mencapai 80% di tahun di tahun 2022,” tandasnya. Selama Januari hingga September 2019 BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp 77,26 triliun kepada 3,6 juta debitur, di mana pencapaian ini setara dengan 88,83% dari alokasi penyaluran KUR yang di breakdown pemerintah di tahun 2019. “Bank BRI berkomitmen untuk terus fokus dalam melakukan ekspansi bisnis di segmen mikro dengan melakukan strategi go smaller, go shorter, go faster,” katanya. Beberapa langkah nyata yang telah dilakukan oleh Bank BRI untuk memperkuat bisnis mikro di antaranya yakni digitalisasi bisnis proses dengan menggunakan BRISPOT, penguatan big data segmen mikro, peningkatan kapabilitas SDM serta melakukan rejuvenasi produk pinjaman mikro. Selain itu Bank BRI juga memiliki strategi untuk terus memperluas customer base segmen mikro. Di antaranya melalui peningkatan kapasitas anggota Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI, program BRIncubator, pembentukan kluster unggulan di setiap kantor cabang BRI di seluruh Indonesia dan pemberdayaan penerima Kartu Tani dan Kartu Kusuka (Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan). Halaman selanjutnyaDPK Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank BRI berhasil menghimpun dana sebesar Rp 959,24 triliun atau tumbuh 9,91% yoy lebih tinggi daripada industri sebesar 7,62% (data OJK bulan Agustus 2019). Giro BRI tumbuh 21,77% yoy menjadi Rp 171,85 triliun, tabungan BRI tumbuh 9,20% yoy menjadi Rp 384,02 triliun dan deposito tumbuh 6,16% yoy menjadi Rp 403,37 triliun. Pertumbuhan giro dan tabungan yang lebih tinggi dibandingkan deposito mampu mendongkrak dana murah (CASA) BRI. Pada kuartal III 2019 CASA BRI tercatat 57,95%, meningkat dibandingkan kuartal III 2018 sebesar 56,46%. Dari sisi Fee Based Income (FBI), hingga akhir September 2019 Bank BRI mampu tumbuh double digit sebesar 12,03% yoy atau sebesar RP 9,74 triliun dibandingkan dengan FBI kuartal III 2018 sebesar Rp 8,69 triliun. Halaman selanjutnyaMencetak Laba Rp 24,80 Triliun Hingga akhir kuartal III 2019 Bank BRI mampu mencetak laba Rp 24,80 Triliun atau tumbuh 5,36% year on year dengan aset mencapai Rp 1.305,67 triliun, atau tumbuh 10,34% yoy. Untuk rasio perbankan lainnya, LDR BRI tercatat 94,15% dan CAR 21,89%. “Angka LDR ini kami nilai sangat moderat dan CAR yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan Bank BRI di masa mendatang,” kata Sunarso. (arh)





























