Jumat, 24 September 21

Ahok Perjuangkan Kantor Untuk Buwas

Ahok Perjuangkan Kantor Untuk Buwas
* Budi Waseso alias Buwas. (Popi/ON))

Jakarta, Obsessionnews – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menyatakan telah mencoba membantu kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), dengan mengajukan surat ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI. Ia berharap, kantor BNN harus memiliki gedung sendiri, agar tak numpang lagi di kantor lain.

“Kalo DPRD setuju, perlu hibahin ajalah ke BNN supaya kepala BNN punya kantor punya rumah, enggak pinjem terus. Sama-sama pemerintah, kenapa enggak boleh kasih,” ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Ahok mengakui, telah berupaya membantu kepala BNN  Komisaris Jenderal Budi Waseso dengan meminjamkan kantor milik Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Tak hanya itu, mantan Bupati Belitong ini juga  telah menjalani proses untuk membantu gedung buat kepala BNN tersebut dengan melakukan berbagai pengajuan.

“Gedung BNN kita sudah pinjemin kantor yang bekas PU, bahkan saya sudah ngajuin surat ke DPRD, saya bilang sama Sekda, bila perlu kasih ajalah BNN enggak punya gedung,” tutur Pria yang terkenal bicara ceplas ceplos ini.

Ahok juga menawarkan buat BNN agar dapat memakai gedung yang sedang tidak ditempati, daripada memijam gedung yang bukan milik BNN.

“Ngapain pinjam terus, termasuk rumah bekas ada Wagub Jalan Satrio Utomo, rumah wagub, dulu kan empat wagub, itu juga kosong,” pungkasnya.

Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) yang kini berada di daerah Cawang Jakarta Timur, rencananya akan direnovasi untuk dijadikan sebagai kantor Bareskrim. Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso mengaku tidak masalah.

Bahkan Buwas meminta izin, jika tidak mempunyai kantor, ia rela berkantor di lokasi taman wisata Monas.

Diketahui, kantor BNN tersebut sejak awal memang milik dari Kepolisian yang dipinjamkan untuk kantor BNN. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.